Show simple item record

dc.contributor.advisorJuanda, Bambang
dc.contributor.advisorSulvianti, Itasia Dina
dc.contributor.authorBintang, Darwin
dc.date.accessioned2024-01-23T03:58:07Z
dc.date.available2024-01-23T03:58:07Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135667
dc.description.abstractPerokonomian Indonesia mengalami perubahan yang nyata pada struktur produksi dilihat dari pertumbuhan struktur produksi nasional. Tetapi, hal itu belum memberikan hasil yang memuaskan terhadap komposisi tenaga kerja. Sumbangan sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto pada tahun 1996 meningkat hingga mencapai lebih dari 20%, tetapi sektor ini hanya menyerap 12% dari tenaga kerja dan tidak kurang dari 45% tenaga kerja masih bekerja pada sektor pertanian. Perkembangan struktur produksi seperti ini memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial, yaitu munculnya kesenjangan atau dualisme ekonomi pada masyarakat. Untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk menjelaskan pertumbuhan dari perubahan strukural, dalam penelitian ini telah diformulasikan sebuah Model Ekonomi Makro Dua Sektor yang diharapkan dapat membantu untuk mengkaji dampak dari kebijakan struktural pada pembangunan ekonomi Indonesia. Persamaan-persamaan struktural dari model diduga melalui metode pendugaan Two-Stage Least Square (2SLS) dan Ordinary Least Square (OLS) karena keterbatasan dari data berkala untuk beberapa peubah. Koefisien regresi menunjukkan adanya surplus tenaga kerja pada sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi dapat ditingkatkan tidak hanya dengan peningkatan input agregat, tetapi juga dengan realokasi tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Dengan pengertian lain, perkembangan pada sektor industri, temasuk sektor perdangangan dan jasa, harus dapat menyerap surplus tenaga kerja pada sektor pertanian, karena hal ini akan memberikan kontribusi tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga menyeimbangkan komposisi tenaga kerja terhadap struktur produksi. Salah satu solusi adalah pengembangan agroindustri. Produk agroindustri memiliki ketergantungan yang rendah terhadap komponen impor dibandingkan dengan produk industri lainnya. Disamping luasnya lahan di Indonesia, pengembangan agroindustri akan didukung oleh adanya surplus tenaga kerja pada sektor pertanian, sehingga agroindustri sangat berpotensi untuk dikembangkan guna membawa sektor pertanian ke arah proses industrialisasi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcStatisticsid
dc.subject.ddcMacroeconomic modelsid
dc.titleModel ekonomi makro dua sektor untuk Indonesiaid
dc.title.alternativeTwo-Sector Macroeconomic Model for Indonesiaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record