| dc.description.abstract | Indonesia merupakan salah satu negara kaya dibidang teknologi fermentasi makanan tradisional. Beberapa jenis produk makanan fermentasi tersebut merupakan komponen penting dalam menu makanan masyarakat. Jenis makanan fermentasi yang paling populer dan banyak dikonsumsi sebagian besar lapisan masyarakat adalah tempe. Kebudayaan makan tempe sudah ada sejak berabad- abad yang lalu terutarna di Pulau Jawa, hal ini ditemukan dalam manuskrip surat Jentini yang banyak menceritakan menu makanan jaman kerajaan Mataram.
Kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tempe, sedangkan produksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan. Hal ini menyebabkan kecenderungan terhadap permintaan kedelai impor tidak dapat dihindari. Krisis ekonomi yang terjadi mengakibatkan produk-produk yang berasal dari impor mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan termasuk kedelai. Hal ini mengakibatkan permintaan kedelai menurun yang akhirnva menurunkan volume penjualan tempe. Penurunan volume penjualan para pengrajin tempe berdampak pula terhadap jumlah pengrajin tempe yang masih berusaha di wilayah Bogor.
Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempe malang, dan 2) Menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat dalam menambah wawasan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam memajukan industri tempe di Indonesia... | id |