Show simple item record

dc.contributor.advisorPermadi, Harwono
dc.contributor.advisorAdnan, Adnin
dc.contributor.authorGimbang, Saikim
dc.date.accessioned2024-01-22T04:49:10Z
dc.date.available2024-01-22T04:49:10Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135465
dc.description.abstractAnabolik steroid didapatkan dari testosterone dan atau estrogen dimana sifat androgenik dan atau estrogenik telah berkurang tetapi sifat anabolik protein telah ditingkatkan, contohnya yang banyak dipergunakan adalah diethylstilbestrol (DES), trenbolone acetat, zeranol, nandro- lone, ethylstrenol dan sebagainya. Pada produksi daging sapi secara komersial anabolik steroid sinthetik telah banyak dipergunakan. Secara umum cara pemberiannya adalah sebagai feed additive atau sebagai implant subcutaneus dipangkal telinga. Akibat pemberian preparat ini ialah terjadi peningkatan efisiensi pendayagunaan makanan lebih dari 10 %, sedangkan pertambahan berat badan lebih dari 12% sampai 20% per hari, dengan pemberian tidak melebihi dosis maksimum seperti pada tabel 1, sebagai implant maupun sebagai feed additives. Pemberian tidak boleh lebih dari 200 hari dan harus dihentikan atau dikeluarkan dari tempat implantasi atau makanan sekurang-kurangnya 15 hari sebelum hewan tersebut disembelih. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPenggunaan Anabolik Steroid Dalam Usaha Peningkatan Produksi Daging Sapiid
dc.titlePenggunaan Anabolik Steroid Dalam Usaha Peningkatan Produksi Daging Sapiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record