View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengobatan Hormonal Terhadap Kasus Nimfomania Pada Sapi

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (5.022Mb)
      Date
      1984
      Author
      Ahmad, Salfina Nurdin
      Achyadi, R. Kurnia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tulisan yang dituangkan dalam bentuk skripsi ini dihasilkan dari studi literatur yang penulis lakukan sejak memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan. Adapun materi yang ada dalam tulisan ini diperoleh dari berbagai sumber karangan ilmiah seperti journal, textbook, dan buku pengantar kuliah. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemakaian hormon dapat digunakan dalam pengobatan kasus nimfomania. Nimfomania adalah suatu gejala berahi yang terus menerus dengan frekuensi yang tidak teratur dan sifatnya tetap. Hewan ternak yang sering menderita nimfomania adalah sapi perah, dan hewan yang menderita akan menjadi kurang subur. Faktor yang menyebabkan terjadinya nimfomania adalah kista ovarium dan disfungsi adrenal, sedangkan faktor prediposisi timbulnya nimfomania adalah faktor keturunan dan bangsa sapi, iklim, masa laktasi dimana terjadi produksi susu yang tinggi, serta pemberian makanan yang banyak mengandung protein pada saat sapi laktasi. Gejala nimfomania, berdasar- kan jelas tidaknya berahi yang terlihat dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe pertama untuk nimfomania yang tanda berahinya jelas, sedangkan tipe kedua untuk nimfomania yang berahinya tidak jelas atau samar. Untuk menentukan nimfomania, diagnosa didasarkan pada gejala klinis, palpasi perrektal, dan pemeriksaan laboratorium dan histopatologi terhadap cairan vagina dan kista ovarium. Prognosa nimfoma- nia umumnya adalah dubius sampai infausta. Pengobatan dapat dilakukan secara manual dan hormonal, namun cara manual jarang dilakukan karena hasilnya kurang baik bila dibandingkan dengan cara hormonal. Pengobatan secara hormonal pada kasus nimfomania pada sapi dapat dilakukan dengan penyuntikkan hormon HCG yang kaya akan LH dengan melalui intra muskular dan subkutan; hormon LH secara secara intra muskular dan langsung ke ovarium; hormon Progesteron secara intra muskular; GnRH secara intra muskular; dan hormon PGF-2 alpa secara intra uterin atau intra vaginal.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/135227
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2186]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository