Peningkatan mutu jerami padi ditinjau dari neraca mineral esensial pada sapi perah

Date
1986Author
Suwandyastuti, Siti Nurhardjah Oetaminingsih
Sutardi, Toha
D. Sastradipradja
Nur, M. Anwar
Soedono, Adi
Aunuddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji -keampuhan urea sebagai sumber alkali dan nitrogen, dibandingkan alkali lainya dalam meningkatkan mutu jerami padi. Mengingat amonia asal urea mungkin sekali dapat membentuk garam kompleks bersama magnesium dan kalium, maka penelitian ini juga menguji efek urea terhadap neraca magnesium, serta cara untuk mengatasinya.
Uji coba peningkatan mutu dan manfaat jerami padi terlebih dahulu dilakukan dengan cara in vitro, kemudian dilanjutkan dengan percobaan in vivo pada Sapi Peranakan Fries Holland jantan fase tumbuh. Larutan alkali yang diuji terdiri dari: (1) NaOH 3 persen; (2) Filtrat larutan abu sekam padi 10 persen (FASP); (3) FASP diperkaya dengan campuran mineral esensial 2 persen; (4) diperkaya dengan 4 persen urea, 0.2 persen belerang, 1.8 persen garam dapur dan 1 persen kapur; (5) urea 6 persen dalam FASP; (6) urea 6 persen dalam air. FASP
Pada tahap berikutnya, perlakuan yang paling unggul, yaitu amoniasi urea 6 persen dalam FASP dan air (15 dan T6) diuji kembali dan diatasi efek buruknya dengan suplementasi magnesium (0, 0.16, 0.32 dan 0.48 persen bahan kering ransum) pada 10 ekor Sapi Perah Laktasi.
Pengukuran sintesis protein mikroba yang dirunut dengan 32p pada percobaan in vitro memperlihatkan bahwa semua perlakuan alkali yang diuji berhasil meningkatkan sintesis tersebut (P1 0.01). Di samping itu, perlakuan tersebut juga berhasil meningkatkan fermentabilitas bahan organik dan kecernaan bahan kering ransum (P 10.01). Pada percobaan ini nampak jelas, bahwa perlakuan urea lebih baik dari pada perlakuan alkali lain (P0.01).
Hasil pengujian pada sapi tumbuh menunjukkan, bahwa perlakuan urea berhasil meningkatkan mutu dan manfaat jerami padi dibandingkan perlakuan alkali lain, baik diting jau dari kecernaan energi (urea x alkali lain - 2.01 x 1.93), kecernaan protein (urea x alkali lain 67. 19 x 61.91), maupun utilisasi protein neto (urea x alkali lain 38.86 x 28.42). Namun demikian, perlakuan urea menim bulkan efek lebih jelek terhadap neraca magnesium (urea x alkali lain = -2.15 x-1.36). Pertumbuhan Sapi Peranakan Fries Holland terrendah dicapai oleh perlakuan NaOH 3 per sen (P0.01), sedangkan pertumbuhan tertinggi sebesar 1.05 kg/hari dicapai dengan energi dicerna 2.24 Mkal/kg BK, utilisasi protein neto 41.7 persen dan neraca mineral esensial sebesar 57.678 g/hari, pada perlakuan urea. …
Collections
- DT - Animal Science [366]

