Show simple item record

dc.contributor.advisorSuradikusumah, Elly
dc.contributor.advisorKemala, Tetty
dc.contributor.authorSupardan, Atep Dian
dc.date.accessioned2024-01-17T00:17:35Z
dc.date.available2024-01-17T00:17:35Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134923
dc.description.abstractAnalisis tembaga menggunakan metode spektrofotometri sinar tampak dapat dilakukan berdasarkan kemampuan ion tembaga membentuk senyawa kompleks berwarna dengan beberapa zat pengompleks. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan tembaga sebagai kompleks asosiasi-ion menggunakan ligan tiosulfat pada pembentukan ion kompleksnya. Pembentukan ion tiosulfato- kuprat(1-) dilakukan dengan mereaksikan tembaga (II) dengan tiosulfat. Kompleks yang terbentuk diekstraksi ke dalam diklorometana sebagai kompleks asosiasi-ion tiosulfatokuprat(1-) dengan biru metilena [MB,CuS2O3]. Kompleks asosiasi-ion [MB,CuS2O3] mempunyai panjang gelombang dengan serapan maksimum 644 nm. Kondisi optimum pengukuran yang dilakukan pada panjang gelombang tersebut adalah pH 3,24, konsentrasi tiosulfat 0,10 M, konsentrasi biru metilena 0,08 M, dan waktu ekstraksi 2 menit. Kompleks asosiasi-ion [MB,CuS2O3] stabil sampai hari ke-4. Metode penentuan tembaga ini mempunyai batas deteksi 4,973 × 105 M, sensitivitas metode 8,418 × 10° M, dan perolehan kembali sebesar 131,07%. Ion kalsium(II), magnesium(II), besi(II), dan aluminium(III) mengganggu proses pembentukan kompleks asosiasi-ion sedangkan ion zink(II) tidak mengganggu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEkstraksi pelarutid
dc.titlePenentuan tembaga secara spektrofotometri sinar tampak sebagai senyawa kompleks asosiasi-ion dengan biru metilena melalui ekstraksi pelarutid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record