| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh pertelaan molekuler 19 kultivar mangga yang telah diketahui karakter morfologinya dan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar 19 kultivar mangga. Analisis isozim dilakukan di Laboratorium PAU-IPB sedangkan pengambilan sampel daun 19 kultivar pohon induk mangga dilakukan di Taman Buah Mekarsari. Penelitian dilakukan pada bulan November 2003 - April 2004.
Data hasil analisis isozim yang didapat, dipadukan dengan data morfologi diterjemahkan kedalam bentuk kategori. Kedekatan hubungan kekerabatan antar 19 kultivar mangga diduga dengan metode jarak euclidius menggunakan analisis gerombol yang hasil akhirnya berupa dendrogram. Untuk mengetahui ciri sifat yang akan dijadikan pembeda antar kultivar pada pohon induk dilakukan analisis komponen utama yang hasil akhirnya berupa diagram pencar.
Pohon induk mangga yang diidentifikasi terdiri atas 19 kultivar yaitu Golek, Apel Merah, Madu, Pepaya, Okyong, Arumanis, Saigon, Manalagi Situbondo, Indramayu, Apel Hijau, Brazil, Manalagi, Khiao Sawoey, Lalijiwo, Green Bombay, Gedong, Endog, Durih, dan Kopyor. Isozim yang digunakan untuk identifikasi adalah peroksidase (PER), esterase (EST), acid phosphatase (ACP), alcohol dehydrogenase (ADH), dan aspartate aminotransferase (AAT).
Isozim alcohol dehydrogenase (ADH) dan aspartate aminotransferase (AAT) kurang akurat dibandingkan dengan isozim peroksidase (PER), esterase (EST), dan acid phosphatase (ACP) dalam membedakan antar kultivar mangga. Sistem isozim acid phosphatase (ACP) dapat dijadikan sebagai pembeda pada kultivar Golek, Madu, Pepaya, Okyong, Manalagi Situbondo, Brazil, Endog dan Kopyor. Peroksidase (PER) dapat digunakan sebagai pembeda pada kultivar Madu, Pepaya, Saigon, Manalagi Situbondo, Indramayu, Apel Hijau dan Khiao Sawoey. Kultivar Arumanis dapat dibedakan dari kultivar lainnya pada sistem isozim esterase (EST) sedangkan kultivar Brazil dapat dibedakan dari kultivar lainnya dengan isozim alcohol dehydrogenase (ADH).
Pengelompokkan berdasarkan hubungan kekerabatan pada dendrogram identifikasi 19 kultivar mangga berdasarkan analisis pola pita isozinı dan ciri morfologi bagian vegetatif terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari kultivar Okyong, Golek, Madu, Kopyor, dan Manalagi Situbondo. Kelompok kedua terdiri dari kultivar Green Bombay, Arumanis, Saigon, Endog, Manalagi, dan Khiao Sawoey sedangkan kelompok ketiga terdiri atas Indramayu, Apel Hijau, Apel Merah, Gedong, Brazil, Durih, dan Pepaya. Secara umum diagram pencar 19 kultivar mangga berdasarkan analisis pola pita isozim dan ciri morfologi bagian vegetatif hampir sama dengan diagram pencar 19 kultivar mangga berdasarkan ciri morfologi bagian vegetatif kecuali pada kultivar Apel Merah, Green Bombay, Brazil dan Kopyor. Kultivar mangga yang memiliki kekerabatan yang dekat adalah Manslagi, Endog, dan Lalijiwo. | id |