Show simple item record

dc.contributor.advisorKhumaida, Nurul
dc.contributor.authorLesmanawati, Ria
dc.date.accessioned2024-01-16T02:24:16Z
dc.date.available2024-01-16T02:24:16Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134791
dc.description.abstractPenelitian yang dilakukan bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai kombinasi casein hydrolysate, putresin, dan nomor braktea terhadap kemampuan menginduksi kalus androgenik pisang Mas (Musa acuminata L. AA Group). Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Departemen Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB pada bulan Januari sampai Juni 2004. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga faktor. Faktor pertama terdiri dari casein hydrolysate dengan 2 taraf yaitu 500 dan 1000 mg/l. Faktor kedua, putresin terdiri dari 4 taraf yaitu 0; 0,25; 0,75 dan 1,5 mM dan faktor yang ketiga, braktea yang terdiri dari 4 nomor braktea pisang yaitu braktea ke-15, 19, 23 dan 27. Dengan demikian terdapat 32 kombinasi perlakuan, pada setiap kombinasi perlakuan diulang 12 kali, sehingga terdapat 384 satuan percobaan. Bahan tanaman yang digunakan adalah anter pada 4 nomor braktea yang berasal dari jantung pisang Mas. Kandungan pati polen yang dilakukan dengan uji pewarnaan menunjukkan bahwa semakin ke dalam nomor braktea, kandungan pati polen yang terwarnai semakin sedikit. Braktea ke-15 memiliki persentase kandungan pati polen yang berwarna hitam (100%) paling tinggi sebesar 46,34%. Inisiasi kalus hanya dipengaruhi oleh nomor braktea. Inisiasi kalus pada braktea ke-27 berbeda nyata dengan perlakuan braktea lainnya yaitu pada 3,7 MST (Minggu Setelah Tanam), sedangkan inisiasi kalus antara braktea ke-15, ke- 19 dan ke-23 tidak berbeda nyata yaitu masing-masing pada 3,2; 3,3; 3,3 MST.. Semakin ke dalam nomor braktea, waktu munculnya (inisiasi) kalus semakin lambat. Berdasarkan rata-rata inisiasi kalus, perlakuan braktea ke-15, casein hydrolysate 1000 mg/l, putresin 0,25 dan 1,5 mM membentuk kalus paling cepat yaitu pada 3 MST. Pada 8 MST, persentase eksplan membentuk kalus tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan casein hydrolysate 500 mg/l, putresin 1,5 mM dan braktea ke-23 yaitu sebesar 100%, sedangkan anter yang membentuk kalus paling rendah terdapat pada kombinasi perlakuan media casein hydrolysate 1000 mg/l, putresin mM, dan braktea ke-15 yaitu sebesar 38,88 %. Berdasarkan nilai rata-rata, konsentrasi putresin tertentu menunjukkan kecenderungan yang berbeda yaitu tertinggi sebesar 85,41±12,71 % pada kombinasi perlakuan putresin 1.5 mM dan casein hydrolysate 500 mg/l. Selanjutnya media yang mengandung casein hydrolysate 500 mg/l, braktea ke-23 membentuk kalus dengan persentase rata-rata paling tinggi yaitu 88,88±8,79 %, sedangkan persentase rata-rata paling rendah terdapat pada kombinasi perlakuan casein hydrolysate 1000 mg/l dan braktea 15. yakni sebesar 55,55±16,20%. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcCasein Hydrolysateid
dc.subject.ddcPisang masid
dc.titleStudi berbagai kombinasi casein hydrolysate, putresin dan nomor braktea pada induksi kalus androgenik pisang mas Musa acuminata L.AA Groupid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record