Show simple item record

dc.contributor.advisorHariyadi
dc.contributor.authorHarahap, Henny Sari
dc.date.accessioned2024-01-16T02:00:16Z
dc.date.available2024-01-16T02:00:16Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134784
dc.description.abstractTujuan umum magang ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami proses kerja secara nyata di lapang. Tujuan khusus magang adalah untuk mempelajari aspek pengelolaan pasca panen kakao di Perkebunan PT Rumpun Sari Antan 1, Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan magang dilakukan selama empat bulan yaitu bulan Februari sampai dengan Juni 2004 di Afdeling D Perkebunan PT Rumpun Sari Antan 1, Cilacap, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang adalah penulis bekerja secara langsung dan melakukan pengamatan mengenai keadaan di lapang yang dalam pelaksanaannya penulis bekerja sebagai karyawan harian lepas, pendamping mandor, pendamping mandor 1 dan pendamping asisten afdeling dan kepala pabrik. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan dan kerja langsung di lapang, wawancara dan diskusi dengan staf dan karyawan. Data primer dari aspek pasca panen meliputi alat yang digunakan, teknik pengolahan, rendemen biji dan mutu biji. Data sekunder diperoleh dengan mempelajari laporan manajemen kebun, arsip kebun dan studi pustaka dari berbagai sumber. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode statistik sederhana yaitu penjumlahan, rataan dan persentase. Curah hujan mempengaruhi produksi biji kakao yang diperoleh. Curah hujan yang tinggi akan meningkatkan produksi biji kakao. Rendemen biji kakao yang berkembang pada saat curah hujan tinggi juga akan meningkat. Biji muda akan menurunkan rendemen karena biji akan gepeng pada saat kering. Rendemen yang diperoleh selain dipengaruhi oleh curah hujan dan tingkat kematangan buah juga dipengaruhi oleh cara pengolahan. Aspek pengolahan yang mempengaruhi rendemen antara lain lamanya fermentasi, biji tercecer, tingkat kadar air biji kakao dan tingkat keterampilan tenaga kerja. Kehilangan bobot kakao terbesar dari setiap tahapan pengolahan adalah pada tahap pengeringan. Faktor yang mempengaruhinya antara lain penguapan dari biji kakao dan banyaknya biji tercecer pada saat pengangkutan dan pengeringan. Mutu biji kakao kering dipengaruhi oleh aspek produksi dan aspek pengolahan. Aspek pengolahan yang mempengaruhi mutu adalah kondisi dan perlakuan selama pengolahan mulai dari fermentasi, pengeringan, sortasi sampai dengan pengepakan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKakaoid
dc.subject.ddcJawa Tengahid
dc.subject.ddcCilacapid
dc.titlePengelolaan Pasca Panen Kakao (Theobroma cacao, L.) di Perkebunan PT Rumpun Sari Antan 1, Cilacap, Jawa Tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record