View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi rokok kretek di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (13.30Mb)
      Date
      2004
      Author
      Roy, M. Indrajit
      Oktaviani, Rina
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Rokok (sigaret) merupakan suatu barang konsumsi yang sudah tidak asing lagi. Rokok telah menjadi konsumsi rutin bagi para perokok, dimana mereka mengkonsumsinya setiap hari. Konsumsi rokok nasional terutama rokok kretek masih memiliki kecenderungan meningkat walaupun telah ada upaya-upaya guna mengendalikan tingkat konsumsinya, seperti yang dilakukan oleh pemerintah dan badan lainnya, seperti WHO dan YKI. Peningkatan atau penurunan konsumsi dapat disebabkan oleh jumlah, frekwensi, dan tujuan mengkonsumsi, yang merupakan pola perilaku konsumsi. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor dari individu seperti keinginan atau kebutuhan, selera akan cita rasa dan dari faktor-faktor luar individu seperti harga, pendapatan, atau pengaruh lainnya. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series dari tahun 1984-2003, yang terdiri dari: 1) harga rokok kretek: 2) harga rokok putih; 3) pendapatan per kapita; 4) jumlah penduduk; 5) tarif cukai; 6) produksi rokok kretek; dan 7) peraturan pemerintah sebagai peubah dummy. Data dalam penelitian ini bersumber dari beberapa instansi pemerintah antara lain Ditjen Bea dan Cukai, GAPPRI dan Biro Pusat Statistik. Dari hasil analisis tersebut terdapat suatu penyimpangan model regresi, yaitu terdapatnya masalah multikolinearitas yang ditunjukkan oleh nilai VIF yang lebih besar dari 10. Hampir semua peubah bebas memiliki hubungan satu sama lainnya, kecuali pada peubah dummy. Hal ini dikarenakan adanya korelasi yang tinggi antara peubah-peubah bebas. Oleh karena itu dilakukan suatu cara untuk mengatasi masalah multikolinearitas tersebut dengan mentransformasi model ke dalam bentuk logaritma natural, dimana cara tersebut merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi masalah multikolinearitas. Masalah multikolinearitas dapat teratasi dengan mengeluarkan tiga peubah bebas, yaitu pendapatan per kapita, jumlah penduduk, dan harga rokok putih. Ketiga peubah bebas tersebut memiliki korelasi yang tinggi atau kuat dengan peubah- peubah bebas lainnya. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134692
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7621]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository