Analisis peramalan dan hubungan antara impor dan harga gula pasir di Indonesia
Abstract
Sebagai salah satu komoditas, gula memiliki arti dan posisi yang strategis di masyarakat Indonesia. Permintaan gula cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduknya. Pada sisi penawaran, produksi gula berfluktuasi dari musim ke musim, sehingga pada waktu-waktu tertentu terjadi excess supply (musim panen) dan excess demand (paceklik). Kondisi inilah yang seringkali menimbulkan ketidakstabilan harga gula di pasaran.
Komoditi gula masih menghadapi masalah adanya ketidakseimbangan antara produksi dengan kebutuhan dalam negeri sehingga sering menimbulkan gejolak harga di pasar yang cukup meresahkan masyarakat. Salah satu solusi menghadapi gejolak permintaan dan harga gula dalam negeri adalah dengan pengadaan gula impor, tetapi sering terjadi volume gula impor berlebihan sehingga mengganggu harga gula di tingkat petani sehingga diperlukan peramalan waktu impor gula yang tepat untuk melindungi kepentingan petani dan industri gula dalam negeri.
Peluang impor gula semakin besar karena produksi gula nasional kurang lebih 1,7 juta ton memang kurang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 3,2 juta ton sampai 3,5 juta ton. Peluang keuntungan besar yang akan diperoleh para importir gula menyebabkan para importir tersebut berlomba-lomba memasukkan gula impor kedalam negeri sebanyak mungkin. Kondisi tersebut menyebabkan harga gula lokal ditingkat petani tebu dengan rendemen 6,5 persen turun mencapai Rp.2.640 per kg dibawah harga produksi Rp.3.000 per kg sampai pertengahan tahun 2002.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi volume gula impor dan harga gula pasir impor, menganalisis pengaruh impor gula terhadap harga dan produksi gula domestik serta memprediksi volume impor dan harga gula pasir domestik pada masa yang akan datang. ...
