Studi model struktur tegakan akasia (acacia mangium) dengan sebaran parametrik : Studi kasus pada areal HPHTI PT.Arara Abadi di Propinsi Daerah Tingkat I Riau
View/ Open
Date
1999Author
Supandi, Epha Diana
Wigena, Aji Hamim
Sumantri, Bambang
Parthama, I.B.Putera
Metadata
Show full item recordAbstract
Dalam pengelolaan hutan tanaman dibutuhkan informasi mengenai bentuk struktur tegakan atau sebaran diameter tegakan karena merupakan salah satu dasar untuk merencanakan tindakan-tindakan manajemen silvikultur yang paling tepat (misalnya penjarangan) serta memproyeksikan hasil (kayu) yang akan diperoleh.
Sebaran diameter tegakan adalah pengelompokan jumlah pohon ke dalam kelas diameter dengan lebar te1tentu. Pola sebaran diameter ini akan bersifat spesifik untuk hutan tertentu di lokasi tertentu. Secara matematis, sebaran diameter dapat mengambil berbagai bentuk sebaran parametrik mulai dari Normal, Lognormal, Gamma dan Weibull.
Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data diameter pohon A. mangium pada dua Pelak Ukur Permanen (PUP) dengan tiga kali pengukuran yaitu umur 2, 4 dan 6 tahun yang dibuat di areal HPHTI PT. Arara Abadi, Riau, sehingga terdapat enam tegakan yang akan dicari model sebarannya. Pada penelitian ini pola sebaran diameter tegakan A. mangium dicoba didekati dengan beberapa sebaran teoritik yaitu sebaran Normal, Logistik dan Weibull. Dari hasil pemeriksaan temyata model sebaran Weibull adalah sebaran teoritik yang paling sesuai menghampiri pola sebaran diameter tegakan A. mangium dibandingkan model sebaran Normal dan Logistik.
Dari model terpilih (model Weibull), maka dilakukan pendugaan dimensi tegakan yaitu luas bidang dasar tegakan dan volume tegakan. Total volume yang diperoleh dengan cara memakai struktur tegakan tidak berbeda jauh dengan total volume yang diperoleh tanpa menggunakan model struktur tegakan. Pemakaian model struktur tegakan dalam menduga dimensi (volume) tegakan lebih menguntungkan dipandang dari segi waktu, biaya dan tenaga yang diperlukan serta tingkat kepraktisan pekerjaannya.

