| dc.description.abstract | Pengembangan sumberdaya manusia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi, kemampuan dan keterampilan individu sebagai tenaga kerja. Kemampuan dan keterampilan yang harus dikembangkan oleh setiap orang meliputi soft skill dan hard skill. Pengembangan sumberdaya manusia ini dilakukan dalam usaha peningkatan produktivitas individu untuk mencapai produktivitas perusahaan. Salah satu program pengembangan sumberdaya manusia yang paling penting adalah program pengembangan karir.
Ketidakterbukaan perusahaan mengenai jalur-jalur karir yang ada mengakibatkan karyawan tidak memiliki perencanaan dalam mengembangkan karirnya. Ketidakterbukaan perusahaan ini mengakibatkan karyawan tidak memiliki informasi yang jelas mengenai berbagai persyaratan jabatan maupun kesempatan-kesempatan karir yang ada sehingga karyawan merasa aktivitasnya tidak memiliki tujuan yang jelas bagi masa depan mereka. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi faktor-faktor penyusun keputusan pengembangan karir karyawan PT ISM Bogasari Flour Mills Jakarta, dan (2) Menyusun alternatif keputusan pengembangan karir karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi perusahaan.
Penelitian ini dilaksanakan di PT ISM Bogasari Flour Mills Jakarta dengan melibatkan pihak manajemen perusahaan secara langsung. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan pengembangan karir karyawan adalah metode Proses Hierarki Analitik (PHA). Pengambilan keputusan pengembangan karir karyawan dirancang melalui tiga struktur hierarki sebagai model untuk mempermudah pemahaman terhadap masalah yang sifatnya kompleks dan tidak terstruktur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengisian kuesioner PHA dan melalui pengamatan langsung. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan kombinasi perhitungan manual dan paket bantuan Expert Choice, sehingga diperoleh bobot setiap elemen pada masing-masing hierarki.
Sistem pengembangan karir PT ISM Bogasari Flour Mills Jakarta, selama ini dilaksanakan berdasarkan pada kebutuhan perusahaan akan karyawan untuk menempati suatu posisi jabatan yang kosong. Perusahaan juga berpatokan pada kebijakan dasar yang telah ditetapkan yakni seluruh sumberdaya manusia/karyawan yang ada diberi kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap agar karyawan dapat mencapai tingkat potensi yang maksimum dalam perusahaan. ... | id |