Show simple item record

dc.contributor.advisorDharmawan, Arya Hadi
dc.contributor.authorPrasetyaningsih, Nasyi'ah
dc.date.accessioned2024-01-11T09:17:46Z
dc.date.available2024-01-11T09:17:46Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/134503
dc.description.abstractBerbagai penelitian yang ada menunjukkan bahwa dampak kerusakan hutan terutama sangat dirasakan oleh kaum wanita. Padahal ketergantungan dan peran wanita dalam pemanfaatan sumberdaya hutan lebih besar dibandingkan dengan kaum pria. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya beban kerja wanita disekitar hutan, baik dalam pekerjaan rumahtangga maupun pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya hutan. Sistem agroforestry merupakan salah satu cara untuk mengatasi degradasi hutan yang terus meningkat. Sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat dalam pemeliharaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan secara lestari dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan diharapkan kelestarian hutan dapat terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Melihat fakta bahwa peran wanita demikian besar dalam pengelolaan sumberdaya hutan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas wanita dalam pengelolaan agroforestry, bagaimana kontribusinya terhadap sistem nafkah (ekonomi) rumahtangga dan bagaimana kontribusi wanita dalam pengambilan keputusan kaitannya dengan pengelolaan agroforestry. Penelitian dilakukan pada petani penggarap lahan HPGW dan petani bukan penggarap di Desa Hegarmanah yang mengelola lahan milik/bukan milik dalam sistem agroforestry yang meliputi kebun campuran, pekarangan, sawah dan ternak. Penelitian dilakukan dengan metode survei yang bersifat eksploratif tanpa menguji hipotesis. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian wawancara mendalam, kuesioner dan pengamatan berpartisipasi. Untuk menjawab masalah penelitian, analisa dilakukan secara kualitatif dengan didukung data kuantitatif yang diolah menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 11 for Windows untuk memperoleh frekuensi dan tabulasi silang yang berguna untuk membandingkan petani penggarap dan bukan penggarap HPGW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan waktu wanita dalam pekerjaan rumahtangga berkisar antara 4,39-6,58 jam per hari. Pada rumahtangga penggarap meskipun suami/pria ikut membantu dalam pekerjaan rumahtangga namun curahan waktunya lebih tinggi dibanding wanita bukan penggarap. Hal ini dikarenakan pada rumahtangga bukan penggarap terdapat fasilitas yang meringankan pekerjaan rumahtangga. Dengan demikian beban kerja wanita penggarap lebih berat dibanding wanita bukan penggrap. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcGenderid
dc.subject.ddcAgroforestryid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.subject.ddcSukabumiid
dc.titleDimensi gender dalam agroforestry : Kajian komunitas petani di Desa Hergarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record