Show simple item record

Drying analysis of paddy based on cylindrinal-model

dc.contributor.advisorAbdullah, Kamaruddin
dc.contributor.advisorHosokawa, Akira
dc.contributor.advisorPurwadaria, Hadi Karia
dc.contributor.advisorEriyatno
dc.contributor.advisorTjitropranoto, Prabowo
dc.contributor.authorThahir, Ridwan
dc.date.accessioned2010-03-25T04:03:40Z
dc.date.available2010-03-25T04:03:40Z
dc.date.issued1986
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1340
dc.description.abstractPenelitian-penelitian dasar tentang karakteristik pengeringan yang berkaitan dengan aliran udara dan sifat gabah masih sangat sedikit dilakukan di Indonesia. Pengetahuan karakteristik pengeringan berguna untuk merancang alat pengering yang efisien, mendapatkan mutu pengeringan yang baik, mengoperasikan alat pengeringan yang digerakkan oleh berbagai sumber energi seperti matahari, minyak tanah dan biomassa secara tepat. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakteristik pengeringan dan menyusun model matematik pengeringan lapisan tipis untuk gabah berbentuk ramping, mempelajari karakteristik pengeringan dan menyusun model simulasi pengeringan tumpukan tebal. Dalam penelitian ini dilakukan pula rancang bangun dan perakitan alat yang dinamakan dengan PBUT-Model 1 (pengering biji-bijian dengan udara terkendali). Alat ini berfungsi untuk: 10. Percobaan pengeringan lapisan tipis (pengeringan satu lapis biji) untuk mempelajari karakteristik penger ingan satu butir gabah 20. Percobaan pengeringan tumpukan tebal dengan bak pengering berbentuk silinder yang garis tengahnya 25 cm dan tinggi 30 cm 3). Memproduksi udara dengan selang suhu 35°-55°C dan RH 19-52%. Prinsip melalui air yang kerja alat adalah penjenuhan udara luar suhunya diatur oleh unit pemanas dan pendingin secara bersama, kemudian dipanaskan kembali pada kelembaban mutlak konstan sampai tingkat suhu dan RH yang diingini. Kelembaban udara yang dihasilkan oleh alat PBUT-Model 1 tidak berbeda nyata dengan hasil pengukur an psikrometer Assmann. Karakteristik pengeringan satu butir gabah dipelajari dari pengeringan lapisan tipis varietas IR-36 dan Bogowonto pada 5 tingkat suhu 35°, 40° 45° 50° dan 55°C dengan RH konstan 52.3, 40.7. 31.3, 24.2 dan 19.5%. Pengeringan lapisan tipis dilakukan sampai mendekati keseimbangannya, yakni sampai perubahan kadar kadar air airnya telah sama atau lebih kecil dari 0.02% bb. Untuk mendapatkan kondisi ini dibutuhkan waktu paling sedikit antara 24 sampai 32 jam pengeringan secara kontinyu. Dari percobaan pengeringan lapisan tipis dapat diketahui bahwa dengan kadar air awal gabah tertinggi 22% bb pengeringan masih berlangsung dalam priode laju pengeringan menurun. tidak terlihat adanya laju pengeringan konstan. …
dc.languageid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subject.ddcAgricultural engineering
dc.titleAnalisis pengeringan gabah berdasarkan model silindrisid
dc.titleDrying analysis of paddy based on cylindrinal-modelen
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordPengeringan gabah
dc.subject.keywordModel matematik
dc.subject.keywordKarakteristik pengeringan
dc.subject.keywordAlat pengering


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record