Show simple item record

dc.contributor.advisorDarusman, Dudung
dc.contributor.authorFarma, Wandra Zulia
dc.date.accessioned2023-12-21T07:05:58Z
dc.date.available2023-12-21T07:05:58Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/133250
dc.description.abstractUntuk mendukung pembangunan masa depan pertanian dan ekonomi Indonesia yang bertumpu pada hutan dikembangkanlah suatu konsep pertanian di lahan hutan atau agroforestri. Penggunaan konsep ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh masyarakat tradisional sebagai suatu tradisi. Salah satu contohnya di daerah Sumatera Barat dikenal istilah parak yaitu suatu sistem agroforestri kebun campuran yang memiliki ciri-ciri keanekaragaman spesies dan kerapatan hutan yang tinggi, serta struktur vertikal yang kompleks dan bertingkat-tingkat yang keberadaannya sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Salah satu jenis tanaman utama yang diusahakan petani pada lahan kebun campuran adalah kayu manis (Cinnamomum burmanii Bl.). Namun, saat ini seiring dengan banyaknya permasalahan yang melanda kayu manis, seperti harga kayu manis yang murah di pasaran, waktu panen yang lama dan hasil yang tidak kontinyu menyebabkan sebagian petani beralih tanam kepada tanaman kakao (Theobroma cacao L.) yang diperkirakan mampu memberikan pendapatan yang lebih terjamin bagi petani serta memiliki hasil yang berkesinambungan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry - Forest managementid
dc.titleAnalisis finansial perubahan kebun campuran kayu manis, Cinnamomum burmanii BI. menjadi kebun campuran kakao, Theobroma cacao L. : studi kasus di Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Propinsi Sumatera Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordkayu manisid
dc.subject.keywordfinansialid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record