Show simple item record

dc.contributor.advisorKemala, Tetty
dc.contributor.advisorNursyamsi, Dedi
dc.contributor.authorWidayati, Rieska Dwi
dc.date.accessioned2023-12-19T02:07:46Z
dc.date.available2023-12-19T02:07:46Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132990
dc.description.abstractPenentuan kebutuhan pupuk suatu tanaman dilakukan dengan memperhatikan status hara di dalam tanah. Pemilihan metode ekstraksi merupakan tahapan penelitian uji tanah untuk menilai status hara di dalam tanah. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara konsentrasi hara fosforus yang dapat diekstraksi oleh suatu metode pengekstraksi tertentu dengan jumlah hara fosforus yang diserap oleh tanaman dari percobaan di rumah kaca. Percobaan dimulai dengan pembuatan status tanah: SR (sangat rendah), R (rendah), S (sedang). T (tinggi), dan ST (sangat tinggi). Tanah dianalisis dengan menggunakan metode pengekstraksi Mechlich, Truogh, HCI 25%, Bray I, Bray II, Olsen, dan Colwell. Selanjutnya tanah diberi perlakuan pemupukan P (0, 10, 20, 40, dan 80 kg P/ha) dan diamati pertumbuhan tanaman selama 1, 2, 3, 4 dan 5 MST (minggu setelah tanam). Jumlah hara fosforus yang diserap oleh tanaman diperhitungkan melalui persen hasil, selisih hasil, dan P-total tanaman. Analisis tanah menggunakan pengekstraksi tertentu menunjukkan bahwa pengekstraksi HCI 25% paling besar dalam mengekstraksi fosforus pada tanah Inseptisols dan Ultisols. Pengekstraksi Olsen dan Bray II terpilih sebagai pengekstraksi terbaik dan nyata pada tanah Inseptisols. Pengekstraksi HCI 25% dan Truogh terpilih sebagai pengekstraksi terbaik dan nyata pada tanah Ultisols.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePemilihan metode ekstraksi fosforus tanah inseptisols dan ultisols, untuk tanaman kedelaiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record