Pengaruh sumber karbon terhadap aktivitas bakteri pelarut fosfat dari isolat tanah bukit bangkirai, Kalimantan Timur
View/ Open
Date
2003Author
Kustiyaningsih
Kustaman, Eman
Sudiana, I Made
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebakaran hutan dapat membunuh mikrob tanah atau secara tidak langsung mengubah bahan organik tanah. Efek kebakaran hutan terhadap perubahan komunitas mikrob dapat dipelajari melalui jumlah mikrob, pertumbuhan bakteri (biomassa), dan aktivitas enzim fosfomonoesterase (PMEase).
Sampel tanah yang digunakan untuk isolasi bakteri ialah tanah lapisan atas hutan alami (KH2), hutan terbakar (LDF5), hutan sangat terbakar (HDB2), dan tanah hutan alang-alang (ISC), yang diambil dari Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur. Media Pikovskaya yang digunakan terdiri atas delapan macam variasi, yang dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu media Pikovskaya yang menggunakan fenilfosfat (PP) dan Ca3(PO4)2 (CaP) sebagai sumber fosfatnya. Dari kelompok besar tersebut, masing-masing dibagi berdasarkan sumber karbon, yaitu (1) sebagai pembanding, digunakan glukosa sebagai sumber karbon (PP1, CaP1), (2) menggunakan xilosa (PP2, CaP2), (3) manosa (PP3, CaP3), dan (4) arabinosa (PP4, CaP4). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sumber karbon terhadap pertumbuhan bakteri,
pH dan aktivitas enzim fosfomonoesterase. Tanah hutan alami mempunyai jumlah populasi mikrob yang tinggi, yaitu 4,60x10 jumlah koloni/g tanah. Enzim PMEase mempunyai aktivitas tertinggi pada media yang menggunakan arabinosa sebagai sumber C, baik pada media dengan sumber fosfat Ca3(PO4)2 maupun fenilfosfat (PP4, CaP4). Aktivitas masing-masing sebesar 2,2687x10 dan 2,2663x10 µmol p-nitrofenol/ml enzim/menit, dengan waktu inkubasi I hari dan pada pH 4,919 dan 5,432. Pada media yang sama bakteri juga memiliki pertumbuhan biomassa terbesar, dengan kemampuan menggunakan arabinosa sebagai sumber C sampai dengan 690,90 dan 849,70 mg/l. Nilai Ke dan Vimaks pada penambahan fenilfosfat dan arabinosa, lebih besar daripada glukosa, yaitu sebesar 51,1051 mM dan 13,8122x10 µmol p-nitrofenol/ml enzim/menit, sedangkan nilai K dan Vuks pada penambahan Ca, (PO4)2 dan arabinosa mendekati sama dengan glukosa, yaitu 13,0888 dan 1,4227x103 µmol p-nitrofenol/ml enzim/menit.
Collections
- UT - Chemistry [2299]

