| dc.description.abstract | Adanya berbagai pencemaran logam berat (kadmium) yang terjadi di daerah industri dan daerah yang pertanian intensif mengakibatkan kandungan logam berat semakin meningkat dalam tanah Hal tersebut sangat berbahaya apabila beras yang dihasilkan mengandung logam berat di atas nilai yang diijinkan (menurut SK Dirjenpom No. 03725/3/SK/VII/1989 batas maksimum kandungan kadmium yang diperbolehkan pada tepung dan olahannya adalah 0,24 ppm). Pada penelitian ini dipelajari pengaruh dari sifat-sifat tanah Vertisol dan Inseptisol serta pemberian amelioran terhadap serapan kadmium pada padi sawah. Pemberian amelioran berupa gambut, kaolin, dan zeolit bertujuan untuk mengikat atau menjerap logam tersebut sehingga tidak berbahaya karena tidak bisa diserap oleh tumbuhan
Parameter yang diamati adalah hasil dan pertumbuhan padi yang ditanam dalam tanah perlakuan berdasarkan analisis pendahuluan meliputi analisis total tanah dan amelioran. Selain itu. serapan kadmium dalam beras yang dihasilkan juga diamati. Hasil yang diperoleh diuji dengan analisis ragam dengan menggunakan uji Duncan sebagai uji lanjut. Dengan menghubungkan kadar kadmium dalam tanah dengan kadar kadmium dalam beras diperoleh tingkat kritis pada tanah yang mengandung kadmium.
Pemberian dosis kadmium dan amelioran pada tanah Vertisol Ngawi dan tanah Inseptisol Karawang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil padi akibat daya sangga yang tinggi dari kedua tanah tersebut. Pemberian dosis kadmium dan amelioran pada tanah Inseptisol Lampung. Inseptisol Karawang dan Vertisol Ngawi tidak berpengaruh nyata pada dosis 5 g gambut /kg tanah, 1g kaolin/kg tanah, 1 g zeolit/kg tanah terhadap serapan kadmium pada beras yang dihasilkan. Dari hasil hubungan antara kadar kadmium dalam tanah dengan kadar kadmium dalam beras diperoleh tingkat kritis untuk tanah Inseptisol Karawang 2,70 ppm, tanah Inseptisol Lampung 1,86 ppm, dan tanah Vertisol Ngawi 1,40 ppm. | id |