Transglikosilasi enzimatik polifenol-X-glukosida dan pemanfaatannya sebagai senyawa antioksidan
View/ Open
Date
2000Author
Suryanegara, Lisman
Girindra, Aisjah
Sulistyo, Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Antioksidan telah lama dikenal manfaat dan kegunaannya dalam industri farmasi, kosmetik dan makanan. Penambahan antioksidan pada lemak maupun bahan pangan merupakan cara paling efektif untuk mencegah oksidasi lemak. Selama ini antioksidan yang umum digunakan adalah antioksidan sintetik seperti butylated hydroxy unisole (BHA) dan butylated hydroxy toluene (BHT). Namun penggunaannya semakin dikhawatirkan oleh masyarakat karena beberapa penelitian membuktikan adanya efek toksik dan karsinogenik terhadap tubuh manusia (Osawa et 1992). Sehingga akhir-akhir ini perhatian. terhadap antioksidan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan semakin meningkat karena dianggap lebih baik dari antioksidan sintetik, khususnya bila ditinjau dari segi kesehatan.
Antioksidan alami terdapat dalam banyak
tumbuhan obat yang biasanya terdapat dalam
bagian daun, buah, akar, batang, dan biji. Bagian
tersebut umumnya mengandung senyawa fenol
atau polifenol (Pratt, 1992). Telah lama dikenal
bahwa beberapa senyawa polifenol dan turunannya
memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan,
antimelanogenesis, dan antimutagen (Ahn et al.,
1991; loku et al., 1992; Funayama et al., 1995).
Schagai antioksidan, polifenol berperan dalam
menangkap radikal bebas penyebab peroksidasi
lipid yang dapat menimbulkan kerusakan pada
bahan makanan. Selain itu menurut Sulistyo et al.
(1998) senyawa antioksidan berfungsi mencegah
kerusakan sel dan DNA akibat adanya senyawa
radikal bebas.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
