| dc.description.abstract | Untuk mempertahankan ketersediaan telur ikan nilem ( Osteochilus hasseltJ) dan menghindari
pengurangan populasinya di perairan diperlukan pengelolaan yang tepat dan dibutuhkan informasi
tentang bioekologi ikan nilem.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek bioekologi ikan nilem dan kondisi perairan
yang baik bagi perkembangan hidupnya.
Penelitian ini dilakukan pada akhir bulan Oktober 1997 sampai pertengahan bulan Mei 1998 bertempat di Balai Benih Ikan (BBI) Sentral Wanayasa, Kampung Cibulus, Desa Nagrok, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta dan Bendung Curug, Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Analisis data dilakukan di Laboratorium Limnologi, Fisiologi Hewan Air dan Biomikro Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.
Hasil analisis kualitas air menunjukkan perairan kolam BBI Sentral Wanayasa dan di Bendung Curug
masih dalam kisaran baik dengan nilai Indeks Kualitas Air (IKA) masing-masing berkisar antara 77,60
- 84,59 dan 71,05 - 91,33. Kisaran nilai IKA di Bendung Curug lebih besar menunjukkan perairan
dinamik dan kolam BBI Sentral Wanayasa perairan stagnan.
Dari analisis kesamaan nilai tengah diperoleh variabel penciri yang dapat membedakan ikan nilem
jantan dan betina dari Wanayasa adalah perbandingan antara panjang kepala dengan panjang total,
tinggi batang ekor dengan panjang total, tinggi batang ekor dengan tinggi badan, tinggi kepala
dengan panjang kepala, panjang rahang atas dengan panjang kepala dan jumlah sisik di depan sirip
punggung. Sedangkan variabel penciri ikan nilem dari Karawang adalah perbandingan antara
tinggi badan dengan panjang total, tinggi kepala dengan panjang kepala dan panjang rahang bawah
dengan lebar bukaan mulut. | id |