Show simple item record

dc.contributor.advisorSuryana, Jajang
dc.contributor.advisorSofyan, Kurnia
dc.contributor.authorRosyadi, Cece
dc.date.accessioned2023-11-14T03:32:06Z
dc.date.available2023-11-14T03:32:06Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/132079
dc.description.abstractMetode peryadapan getah pinus yang dilakukan oleh pihak PT. Perhutani masih tradisional yaitu menggunakan metode penyadapan getah sistem kowakan dan sistem riil dengan hasil produksi getah yang rendah. Di lain pihak, pemanfaatan getah pinus menuntur kuantitas dan kualitas produksi yang lebih tinggi serta berwawasan lingkungan. Metode penyadapan sistem bor dinilai dapat meningkatkan produksi getah. Akan tetapi penggunaan metode sistem bor untuk menghasilkan produksi getah pinus secara optimal di tinjau dari faktor sudut kemiringan bor dan pemberian cairan asam sulfat belum diteliti lebih jauh Metode yang digunakan adalah memberikan pengaruh sudut kemiringan bor yang terdiri dan 4 sudut yaitu sudut kemiringan 0°, 15°, 30, 45" dan pemberian cairan asam sulfat yang terdiri dari 4 konsentrasi yaitu konsentrasi 0%, 15%, 30% dan 50% dengan ulangan sebanyak 5 kali Pembaharuan dilakukan setiap 15 hari. Model rancangan digunakan model rancangan faktorial dengan rancangan acak lengkap dengan menggunakan uji Duncan dan polinom orthogonal. Produksi getah pinus lebih tinggi dihasilkan pada penggunaan sudut kemiringan bor 45" dan cairan asam sulfat dengan konsentrasi 30%. Produksi getah pinus dengan sistem bor ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan produksi getah pinus dengan penyadapan sistem kowakan yang menghasilkan produksi getal pinus sebesar 5 gr/lowakan/hari atau sebesar 10 gr/pohon/hari ( I pohon terdiri dari 2 kowakan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 688/Kpts/DIR/1985). Penggunaan sudut kemiringan bor dan cairan asam sulfat pada penyadapan sistem bor ini memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi getah pinus. Faktor sudut kemiringan bor memberikan pengaruh model linear dengan Persamaan Y 69.086+0.559x (produksi getah pinus per polion/hari) dan Y = 3.367+0.023x (produksi getah pinus per lubang/hari). Faktor sudut kemiringan bor menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan bor yang digunakan maka semakin tinggi getah pinus yang dihasilkan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForest Productsid
dc.titlePengaruh sudut kemiringan bor dan pemberian cairan asam sulfat (CAS) pada sistem penyadapan bor terhadap produksi getah pinus (Pinus merkusii Jungh et. De Vr)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPinus merkusiiid
dc.subject.keywordpine resin productionid
dc.subject.keywordpine treesid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record