| dc.description.abstract | Laut. Dibimbing oleh SIGID HARIYADI dan MAJARIANA KRISANTI.
Steel Slag adalah produk sampingan dari produksi baja. Dikarenakan jumlah produksinya terus meningkat per tahun, maka perlu dilakukan pemanfaatan kembali agar bernilai guna. Berdasarkan PP No 85 Tahun 1999 yang menggolongkan steel slag dalam limbah B3 menjadi kendala dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat perubahan kandungan beberapa logam pada air laut dalam akuarium pemeliharaan kerang hijau dengan menggunakan perlakuan perbedaan campuran steel slag dengan pasir dan lama waktu pemaparan. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 Maret-02 Mei 2012. Penelitian ini menggunakan 6 komposisi steel slag yang berbeda, yaitu: A= 100%, B=80%, C=60%, D=40%, E=20%, dan F=0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perlakuan perbedaan komposisi steel slag pada substrat memberikan perbedaan konsentrasi logam Fe dan Cu secara signifikan pada air laut (P<0.05), tetapi tidak berbeda signifikan untuk logam Al, Zn dan Ca (P>0.05). Sedangkan untuk perlakuan lama waktu pemaparan menunjukkan ada penurunan logam Fe dan peningkatan logam Al, Cu, dan Ca secara signifikan pada air laut (P<0.05). Namun demikian, konsentrasi logam beracun dan mineral esensial yang terukur masih berada di bawah nilai baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, komposisi steel slag 40% (v/v) menunjukkan hasil yang paling baik dibandingkan campuran yang lain. | id |