Remediasi Tanah Tercemar Timbal dan Kadmium Menggunakan Fly Ash dan Bahan Organik
Abstract
Logam berat merupakan unsur yang memiliki massa jenis lebih dari 5 g/cm3
dan menimbulkan efek tersendiri terhadap lingkungan akibat sifat kimia yang
dimilikinya. Tanah dengan kandungan Pb dan Cd yang telah melewati batas normal
dianggap telah tercemar. Pencemaran Pb dan Cd pada tanah dapat menjadi awal
mula masuknya kedua unsur tersebut ke dalam tubuh manusia. Bioavailibilitas Pb
dan Cd pada larutan tanah dalam jumlah yang tinggi, mudah diserap oleh akar
tanaman yang selanjutnya disebarkan ke seluruh bagian tubuh tanaman. Pemulihan
tanah tercemar Pb dan Cd memerlukan teknik yang tepat. Remediasi merupakan
sebuah usaha untuk membersihkan tanah dari kontaminan maupun polutan tanah.
Penambahan amelioran seperti fly ash dan pupuk kandang dapat menjadi alternatif
untuk mengurangi kelarutan Pb dan Cd pada tanah.
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli 2022 - November 2022 di rumah
kaca Kebun Pendidikan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas
Pertanian, IPB di Cikabayan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok
dengan faktor tunggal, yaitu tanpa amelioran (C), fly ash 15% (F1), fly ash 20%
(F2), pupuk kandang ayam 2,5% (A1), pupuk kandang ayam 3,5% (A2), pupuk
kandang sapi 3,5 % (S1), pupuk kandang ayam 4,5% (S2), kombinasi fly ash dan
pupuk kandang 21% (FAS1), dan kombinasi fly ash dan pupuk kandang 28%
(FAS2). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 pot
percobaan. Pengamatan tanaman dilakukan terhadap tinggi, jumlah daun, dan bobot
brangkasan tanaman. Sedangkan, pengamatan sifat kimia media tanam diuji
terhadap nilai pH, kapasitas tukar kation (KTK), Ca, Mg, K, Na, kejenuhan basa
(KB), tekstur, tipe mineral klei, C-organik, biovailibilitas Pb dan Cd.
Pemberian fly ash tunggal dan kombinasinya dengan pupuk kandang nyata
meningkatkan pH, KB, Na, Mg, dan Ca dapat ditukar serta nyata menurunkan
kandungan bioavalibilitas Pb dan Cd dibandingkan tanpa amelioran. Kandungan
bioavailibilitas Pb dan Cd pada perlakuan fly ash tunggal nyata lebih rendah tinggi
daripada pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi. Perlakuan
menggunakan fly ash (F1, F2, FAS1, dan FAS2) menurunkan kandungan
biovailibilitas Pb pada tanah sebesar, masing-masing yaitu 32%, 33%, 39% dan
44%. Sedangkan, Perlakuan FAS1 dan FAS 2 menurunkan kandungan
bioavailibiltas Cd sebesar 45% dan 44%. Namun, pemberian fly ash (F1, F2, FAS1,
dan FAS2) nyata lebih rendah terhadap pertumbuhan jumlah daun, tinggi, bobot
basah dan bobot kering brangkasan tanaman kangkung dibandingkan dengan
perlakuan tanpa amelioran (C) dan pupuk kandang.
Collections
- MT - Agriculture [4000]
