Show simple item record

dc.contributor.advisorNuryartono, Nunung
dc.contributor.authorLasmitawuri, Pradevi Sissy Agustine
dc.date.accessioned2023-11-13T03:08:06Z
dc.date.available2023-11-13T03:08:06Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131811
dc.description.abstractArah strategi pembangunan Kabupaten Karawang adalah penataan sektor industri, hal tersebut merupakan realisasi dari Keppres No.53 Tahun 1989 yang isinya Pemda Jawa Baral menetapkan pembangunan sektor industri untuk Kabupaten Karawang seluas 5500 Ha. Berdasarkan rencana pembangunan Kabupaten Karawang yang mengarah pada penataan sektor industri menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian khususnya lahan sawah. Semakin banyaknya peralihan fungsi lahan penanian khususnya lahan sawah menjadi kawasan industri mengakibatkan makin menyempitnya lahan pertanian yang tersedia. Menyempitnya lahan pertanian berpengaruh terhadap kontribusi pendapatan dari sektor pertanian. Hal tersebut akan mempengaruhi pendapatan petani yang hanya tergantung pada lahan pertanian sebagai sumber utama pendapatan keluarga. Adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi industri menyebabkan menumpuknya tenaga kerja di sektor pertanian, karena tidak tersedia lahan sawah yang cukup untuk kegiatan usahatani. Tujuan pertama penelitian ini adalah untuk menganalisa distribusi pendapatan pada daerah pertanian yang belum mengalami alih fungsi dengan daerah pertanian yang sudah mengalami alih fungsi lahan ke industri. Tujuan kedua penelitian ini adalah untuk menganalisa kesempatan kerja pada daerah pertanian yang belum mengalami alih fungsi dengan daerah pertanian yang sudah mengalami alih fungsi lahan ke industri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kutapohaci dan Desa Kutamekar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan berlangsung Bulan Agustus-September 1998. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan pertimbangan Kabupaten Karawang merupakan sentra produksi beras di Jawa Barat dan masih adanya lahan sawah, pada perkembangannya kawasan ini sudah mengalami perubahan alih fungsi lahan menjadi industri. Responden yang diambil adalah keluarga petani yang ada di desa pertanian dan keluarga petani yang ada di desa pertanian yang telah mengalami alih fungsi lahan ke industri. Analisis yang digunakan untuk menghitung distribusi pendapatan adalah Gini Rasia dan Kurva Lorenz serta kriteria bank Dunia. Sedangkan untuk menghitung kesempatan kerja menggunakan kriteria Rukasah (1974) yaitu dengan melihat curahan waktu bekerja dalam setahun (jam per tahun) dan melihat potensi kerja yang tersedia dalam rumah tangga.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriqultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.titlePengaruh konversi lahan sawah akibat proses industrialisasi terhadap distribusi pendapatan dan kesempatan kerja keluarga petani: Kasus Desa Kutapohaci dan desa Kutamekar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordIncomeid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record