Karakteristik Tingkat Pendidikan dan Kesehatan Nelayan Bagan di Palabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat
View/ Open
Date
2015Author
Sarasati, Adinda Geni
Mustaruddin
Wisudo, Sugeng Hari
Metadata
Show full item recordAbstract
Alat tangkap bagan di Palabuhanratu mengalami peningkatan dari tahun ke
tahun, dalam pengoperasiannya hanya satu atau dua orang nelayan dalam satu unit
bagan, tetapi jumlah alat tangkap bagan terus meningkat. Mengingat pentingnya
peran nelayan dalam bekerja yang terkadang kurang memperhatikan faktor
pendidikan dan kesehatan, sehingga akan mempengaruhi karakteristik nelayan
bagan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik tingkat
pendidikan dan kesehatan pada nelayan bagan di Palabuhanratu yang diukur
berdasarkan tingkat pendidikan formal, pendidikan informal, serta kesehatan dan
menganalisis keterkaitan karakteristik nelayan dengan kegiatan perikanan bagan
di Palabuhanratu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang
masuk ke dalam kategori metode penelitian deskriptif dengan menggunakan
analisis korelasi. Hasil dari analisis ini menunjukkan karakteristik tingkat
pendidikan nelayan bagan dilihat dari pendidikan formal sebagian besar masih
memiliki pendidikan yang rendah yaitu Sekolah Dasar (46%), pendidikan
informal nelayan menganggap pelatihan cukup penting untuk dilaksanakan (63%),
dan dilihat dari aspek kesehatan menunjukkan nelayan sering mengalami jatuh
sakit (63%). Sebanyak 50% nelayan memiliki akses yang cukup jauh dengan
pelayanan kesehatan yaitu >5 km, dan nelayan menganggap biaya berobat cukup
mahal (34%). Faktor yang terkait karakteristik mempunyai pengaruh positif
signifikan terhadap perikanan bagan adalah dana pendidikan (K = 0,477, P =
0,008), sedangkan faktor yang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan adalah
urgensi pelatihan (K = 0,281, P = 0,132), dan kesehatan memiliki pengaruh yang
negatif terhadap perikanan bagan (K = -0,041).

