Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiatman, Ahmad
dc.contributor.authorKartika, Erlinda Cahya
dc.date.accessioned2023-11-10T03:50:40Z
dc.date.available2023-11-10T03:50:40Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131589
dc.description.abstractKebutuhan industri kehutanan akan kayu bulat sangat besar, hal ini dapat dilihat dari kapasitas terpasang industri dalam 5 tahun terakhir (1994-1999) yang jumlahnya ± 63 juta m/tahun. Kebutuhan kayu bulat untuk konsumsi masyarakat lokal adalah sebesar 0,56 m³/kk/tahun atau sebesar 20-25 juta m³/tahun. Sedangkan kemampuan produksi hutan Indonesia adalah sekitar 21,98 juta m³/tahun (Purnama dan Basuki, 2000). Kemampuan hutan alam untuk memproduksi kayu sangat terbatas, oleh karena itu perlu upaya untuk membangun sumber kayu bulat. Salah satu potensi sumber kayu bulat adalah pembangunan hutan tanaman dan peningkatan pemanfaatan kayu bulat. Peningkatan pemanfaatan kayu dapat dilakukan antara lain dengan memanfaatkan limbah produksi kayu bulat yang selama ini belum dimanfaatkan oleh pola pemanfaatan kayu saat ini. Selama ini penelitian pemanfaatan kayu limbah pada pengusahaan HTI belum banyak dilakukan. Pada pengusahaan HTI besarnya limbah pemanenan (logging waste) belum banyak diketahui dan pemanfaatan limbah ini menjadi produk olahan masih jarang dilakukan. Penelitian ini mencoba menggali informasi dan menginventarisasi data dasar mengenai ketersediaan dan karakteristik limbah pemanenan HTI. Informasi mengenai dimensi, kualitas dan kemungkinan penggunaannya sangat diperlukan untuk menentukan pola pengolahan berikutnya serta informasi mengenai besarnya biomassa yang diangkut keluar hutan akibat dari proses pemanenan. Metode yang digunakan untuk menduga dan mengkuantifikasi kayu bulat limbah pemanenan dalam penelitian ini adalah Metode Kayu Penuh (whole tree method). Dalam metode kayu penuh setiap pohon yang dipanen dihitung secara keseluruhan sortimen kayu bulatnya (batang utama, batang atas, tunggak, cabang dan ranting). Semua sortimen kayu bulat kemudian diukur diameter tengahnya dan panjang kayu. Volume masing-masing sortimen dihitung berdasarkan volume per seksi. Limbah pemanenan ini dapat berupa semua kayu bulat yang berupa batang utama, bagian dari batang utama, potongan pendek, tunggak, cabang dan ranting dengan diameter terkecil 10 cm dan panjang > 2,4 m. Kayu yang dipanen di PT. INHUTANI II dieruntukkan sebagai bahan baku pulp sehingga dalam penelitian ini dihitung semua sortimen yang masih...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcKehutananid
dc.subject.ddcHasil Hutanid
dc.titleKuantifikasi limbah pemanenan hutan pada pengusahaan hutan tanaman industri kayu pulp dengan metode kayu penuh, Whole Tree Methodid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordLimbahid
dc.subject.keywordKayu pulpid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record