Show simple item record

dc.contributor.advisorNotodiputro, Khairil Anwar
dc.contributor.advisorUdiyani, Pande Made
dc.contributor.authorGunadi, Widi Aribowo
dc.date.accessioned2023-11-09T08:25:32Z
dc.date.available2023-11-09T08:25:32Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131513
dc.description.abstractPendugaan kepekatan peluang tingkat konsentrasi aerosol radioaktif dilakukan untuk kondisi reaktor beroperasi dan tidak beroperasi secara nonparametrik, dengan metode kernel. Pemilihan parameter pemulus ditentukan dengan metode optimal otomatis, yaitu h 0.9An. Bentuk fungsi sebaran beta aerosol pada saat reaktor beroperasi membentuk dua modus yang sekaligus menunjukkan adanya dua kelompok, sedangkan pada saat reaktor tidak beroperasi bentuk fungsi sebaran beta aerosol membentuk satu modus yang menjulur ke kanan. Perbedaan bentuk fungsi sebaran beta aerosol pada kondisi reaktor beroperasi dan tidak beroperasi menunjukkan adanya perbedaan karakteristik dari tingkat konsentrasi beta aerosol pada kedua kondisi reaktor tersebut. Peluang tingkat konsentrasi beta aerosol pada saat reaktor beroperasi dan tidak beroperasi untuk melebihi nilai ambang atas 2.54 x 105 Ci/m³ relatif sangat kecil (mendekati nol), sehingga dari segi keselamatan kerja terhadap radiasi tidak terlalu mempengaruhi kondisi pekerja di ruang operasi RSG- GAS. Kondisi tersebut juga menunjukkan sistem proteksi radiasi yang dipasang di ruang operasi RSG- GAS baik yang berupa lapisan air hangat pada sistem pendingin reaktor maupun sistem ventilasi masih dapat berfungsi dengan normalid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcStatisticsid
dc.titleModel sebaran tingkat konsentrasi aerosol radioaktif di reaktor serba guna G.A. Siwabessyid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordgeometric spreadingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record