| dc.description.abstract | Selaginella telah dikenal sebagai tumbuhan herba yang mengandung berbagai senyawa
flavonoid. Tumbuhan ini banyak dijumpai pada daerah yang lembab dan kaya akan zat organik.
Namun keberadaannya di alam dikhawatirkan akan semakin berkurang akibat nilai ekonomi dari
tumbuhan ini yang belum diketahui secara luas, sehingga keberadaan tumbuhan ini tidak dianggap
penting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis media tanam yang sesuai untuk
pertumbuhan S. plana dan S. willdenovii, serta pengaruhnya terhadap kandungan bahan bioaktif.
Percobaan terdiri atas dua faktor yaitu jenis media tanam dan jenis Selaginella. Faktor media
tanam terdiri atas delapan taraf yaitu: M0= tanah 100%. M1= sekam 100%, M2= sekam :
tanah=1:1, M3= arang sekam 100%, M4= tanah : arang sekam = 1:1, M5= arang sekam : sekam =
1:1, M6= arang sekam : sekam = 3:1, M7= arang sekam : sekam = 1:3. Faktor jenis Selaginella
terdiri atas dua taraf yaitu S. plana dan S. willdenovii. Parameter yang diamati yaitu pertambahan
jumlah cabang, bobot basah, dan bobot kering. Pengamatan terhadap kandungan bahan bioaktif
terdiri atas kandungan flavonoid, tanin dan saponin dari ekstrak etanol Selaginella. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa bobot basah dan bobot kering Selaginella dipengaruhi oleh jenis
media, jenis Selaginella, dan interaksi antara keduanya. Baik S. plana maupun S. willdenovii
menunjukkan pertumbuhan yang terbaik pada kombinasi media tanah dan arang sekam 1:1.
Kandungan flavonoid tertinggi pada S. plana dan S. willdenovii terdapat pada kombinasi media
tanah dan arang sekam 1:1. Seluruh perlakuan media tanam dapat meningkatkan kandungan
saponin pada jenis S. plana dan S. willdenovii, meningkatkan kandungan tanin pada jenis S. plana,
namun tidak meningkatkan kandungan tanin pada jenis S. willdenovii. | id |