Show simple item record

dc.contributor.advisorLestari, Yulin
dc.contributor.authorWiduretno, Diah
dc.date.accessioned2023-11-09T02:09:39Z
dc.date.available2023-11-09T02:09:39Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131294
dc.description.abstractStreptomyces sp. adalah bakteri gram positif yang berbentuk filamen, banyak ditemukan di tanah dan bereproduksi dengan spora. Streptomyces sp. memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan senyawa metabolit sekunder, antara lain antibiotik dan senyawa penghambat B-laktamase. Resistensi bakteri terhadap antibiotik B-laktam dapat disebabkan karena adanya B-laktamase, berubahnya permeabilitas membran, dan perubahan PBPS. Tujuan penelitian ini adalah menapis isolat Streptomyces sp. yang menghasilkan senyawa penghambat pertumbuhan Escherichia coli resisten ampisilin, dan untuk mengetahui ketahanan filtrat kultur Streptomyces sp. terhadap pH dan suhu serta aktivitasnya pada beberapa tingkat kepekatan. Sebanyak 70 isolat Streptomyces sp. koleksi laboratorium Bioteknologi Kehutanan PAU, IPB diremajakan pada media penyuburan dan oatmeal. Tiga puluh dua isolat yang tumbuh baik diuji antagonis terhadap bakteri target E. coli 2-2 dan E. coli DH5a pUC 19 resisten ampisilin 100 ug/ml. Filtrat kultur dari 32 isolat Streptomyces sp. baik yang menghasilkan maupun tidak menghasilkan senyawa antibakteri diperoleh dengan menumbuhkan isolat-isolat tersebut pada media fermentasi berdasarkan Kim & Lee (1994). Filtrat kultur hasil fermentasi yang tidak mengandung senyawa antibakteri diuji kemampuannya dalam menghasilkan senyawa penghambat pertumbuhan E. coli resisten ampisilin. Pengujian dilakukan dengan melakukan kombinasi filtrat kultur yang tidak mengandung antibakteri dengan ampisilin 100ug/ml pada media NA, sebagai pembanding dilakukan uji pada media NA yang tidak mengandung ampisilin. Sedangkan filtrat kultur yang mengandung antibakteri diuji aktivitasnya pada media NA yang ditambah ampisilin 100 ug/ml. Uji ketahanan filtrat kultur terhadap suhu dilakukan dengan cara inkubasi filtrat kultur pada suhu 60°, 80°, 100° dan 121° selama 30 menit. Untuk uji ketahanan filtrat kultur terhadap pH asam dan basa, pH filtrat kultur diatur pada pH 2 dan 9 dengan penambahan NaOH dan HCI 1 N. Uji aktivitas filtrat kultur juga dilakukan dengan memekatkan filtrat kultur 5X dan mengencerkan 0,25 X dari konsentrasi awal. Dari uji antagonis 32 isolat Streptomyces sp. diperoleh 2 isolat yang mampu menghasilkan senyawa antibakteri penghambat bakteri target, yaitu isolat 120-P-14E yang menghambat kuat dan 124-A-9 menghambat cukup kuat terhadap E. coli 2-2. Isolat 120-P-14E juga menghambat cukup kuat E. colt DH5α pUC 19. Hasil aktivitas filtrat kultur kedua isolat tersebut menunjukkan bahwa filtrat kultur isolat 120-P-14E mampu menghambat cukup kuat E. coli 2-2 dan E. coli DHSa pUC 19, sedangkan filtrat kultur isolat 124-A-9 menghambat kurang kuat E. coli 2-2. Kombinasi penggunaan ampisilin 100 µg/ml dan filtrat kultur yang tidak mengandung antibakteri pada media NA tidak menghambat pertumbuhan bakteri. Filtrat kultur 120-P-14E masih mempunyai aktivitas penghambatan setelah diberi perlakuan suhu 60°C. Escherichia coli 2-2 dan E. coli DHSa pUC 19 sensitif terhadap kontrol larutan pH 2 dan 9.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBiologyid
dc.titlePenapisan isolat streptomyces sp. penghasil senyawa penghambat Escherichia coli resisten ampisilinid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordFungiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record