| dc.description.abstract | Streptomyces sp. adalah bakteri gram positif yang berbentuk filamen, banyak ditemukan di tanah dan bereproduksi dengan spora. Streptomyces sp. memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan senyawa metabolit sekunder, antara lain antibiotik dan senyawa penghambat B-laktamase. Resistensi bakteri terhadap antibiotik B-laktam dapat disebabkan karena adanya B-laktamase, berubahnya permeabilitas membran, dan perubahan PBPS. Tujuan penelitian ini adalah menapis isolat Streptomyces sp. yang menghasilkan senyawa penghambat pertumbuhan Escherichia coli resisten ampisilin, dan untuk mengetahui ketahanan filtrat kultur Streptomyces sp. terhadap pH dan suhu serta aktivitasnya pada beberapa tingkat kepekatan. Sebanyak 70 isolat Streptomyces sp. koleksi laboratorium Bioteknologi Kehutanan PAU, IPB
diremajakan pada media penyuburan dan oatmeal. Tiga puluh dua isolat yang tumbuh baik diuji antagonis
terhadap bakteri target E. coli 2-2 dan E. coli DH5a pUC 19 resisten ampisilin 100 ug/ml. Filtrat kultur
dari 32 isolat Streptomyces sp. baik yang menghasilkan maupun tidak menghasilkan senyawa antibakteri
diperoleh dengan menumbuhkan isolat-isolat tersebut pada media fermentasi berdasarkan Kim & Lee
(1994). Filtrat kultur hasil fermentasi yang tidak mengandung senyawa antibakteri diuji kemampuannya
dalam menghasilkan senyawa penghambat pertumbuhan E. coli resisten ampisilin. Pengujian dilakukan
dengan melakukan kombinasi filtrat kultur yang tidak mengandung antibakteri dengan ampisilin 100ug/ml
pada media NA, sebagai pembanding dilakukan uji pada media NA yang tidak mengandung ampisilin.
Sedangkan filtrat kultur yang mengandung antibakteri diuji aktivitasnya pada media NA yang ditambah
ampisilin 100 ug/ml. Uji ketahanan filtrat kultur terhadap suhu dilakukan dengan cara inkubasi filtrat
kultur pada suhu 60°, 80°, 100° dan 121° selama 30 menit. Untuk uji ketahanan filtrat kultur terhadap pH
asam dan basa, pH filtrat kultur diatur pada pH 2 dan 9 dengan penambahan NaOH dan HCI 1 N. Uji
aktivitas filtrat kultur juga dilakukan dengan memekatkan filtrat kultur 5X dan mengencerkan 0,25 X dari
konsentrasi awal.
Dari uji antagonis 32 isolat Streptomyces sp. diperoleh 2 isolat yang mampu menghasilkan senyawa antibakteri penghambat bakteri target, yaitu isolat 120-P-14E yang menghambat kuat dan 124-A-9 menghambat cukup kuat terhadap E. coli 2-2. Isolat 120-P-14E juga menghambat cukup kuat E. colt DH5α pUC 19. Hasil aktivitas filtrat kultur kedua isolat tersebut menunjukkan bahwa filtrat kultur isolat 120-P-14E mampu menghambat cukup kuat E. coli 2-2 dan E. coli DHSa pUC 19, sedangkan filtrat kultur isolat 124-A-9 menghambat kurang kuat E. coli 2-2. Kombinasi penggunaan ampisilin 100 µg/ml dan filtrat kultur yang tidak mengandung antibakteri pada media NA tidak menghambat pertumbuhan bakteri. Filtrat kultur 120-P-14E masih mempunyai aktivitas penghambatan setelah diberi perlakuan suhu 60°C. Escherichia coli 2-2 dan E. coli DHSa pUC 19 sensitif terhadap kontrol larutan pH 2 dan 9. | id |