Show simple item record

dc.contributor.advisorPasaribu, Fachriyan Hasmi
dc.contributor.authorSawir, Iswandi
dc.date.accessioned2023-11-06T06:30:51Z
dc.date.available2023-11-06T06:30:51Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130713
dc.description.abstractUntuk mencukupi kebutuhan daging dalam negeri pemerintah melakukan impor sapi bakalan dari Australia. Dengan adanya lalu lintas sapi tersebut perlu pengawasan dan kewaspadaan terhadap adanya hama dan penyakit hewan yang terbawa oleh sapi impor. Instansi yang mempunyai peranan dalam pengawasan penyakit ini adalah karantina hewan. Pemantauan penyakit Anthrax terhadap sapi impor merupakan salah satu tindakan yang dilakukan dalam pengawasan dan kewaspadaan terhadap hama dan penyakit hewan. Pemantauan penyakit Anthrax terhadap sapi impor asal Australia bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit Anthrax yang terbawa oleh sapi impor asal Australia. Sapi impor yang berasal dari Australia sampai saat ini negatif terhadap adanya bakteri Bacillus anthracis dan juga di Stasiun Karantina Hewan Tanjung Priok belum pernah ditemukan kasus penyakit Anthrax. Perhatian pemerintah Indonesia maupun Australia terhadap penyakit hewan sangat besar, sehingga antara Indonesia dan Australia terbentuk kerjasama dalam pengawasan penyakit hewan menular terutama yang bersifat zoonosis. Tindakan pencegahan dan pengontrolan terhadap penyakit Anthrax telah dilakukan baik oleh Indonesia maupun Australia.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnimal Disease and Veterinary Health (IPH)id
dc.titleStudi pemantauan penyakit anthrak secara mikroskopik terhadap sapi impor asal Australia di Stasiun Karantina Hewan Tanjung Priok Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPasaribu, Fachriyan Hasmiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record