| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar air benih kakao (Theobroma cacao L.) terhadap viabi litas dan kepekaannya terhadap suhu serta periode konservasi.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 1996. Lokasi penelitian di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Pilot Plant, PAU, IPB, Darmaga. Percobaan I terdiri atas dua faktor yaitu kadar air ( K_{1} = plus/minus 36 * t K_{2} = plus/minus 32 * k K_{3} = plus/minus 28 * K K_{4} = plus/minus 25% K5-122; K_{6} = plus/minus 18 * k ; Ky±16%; K_{B} = plus/minus 14 * K dan suhu ( T_{1} = 27 deg * C dan T_{2} = 10 deg * C ) . Percobaan 2 terdiri dari kadar air (K_{1} = plus/minus 37 * k) K₂ =±34; Kym±27%; K₁ =+234; K_{5} = plus/minus 16% ) dan periode konservasi \ P_{1} = 0 minggu i*P_{2} = 1 minggu dan P_{3} = 3 minggu). Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan.
Percobaan 1
Benih kakao yang diberi perlakuan suhu 10°C (setelah dikeringkan) lebih peka daripada suhu 27°C. Hal ini ditunjukkan oleh interaksi tolok ukur viabilitas dan vigor yang digunakan. Perlakuan suhu 10°C diduga menyebabkan kebocor- an metabolit yang cukup besar sehingga menurunkan integritas membran dan diikuti kerusakan mitokondria dan ribosom. Akibatnya viabilitas benih yang diberi perlakuan 10°C semakin menurun yang diikuti peristiwa kemunduran benih.
Penurunan kadar air sampai taraf K₂-Kg memberikan nilai viabilitas yang rendah untuk perlakuan suhu 10°C tetapi pada suhu 27°C untuk semua taraf kadar air memperlihatkan kemampuan benih untuk mempertahankan viabilitasnya, kecuali taraf 14 yang menunjukkan kemunduran yang cukup besar. Kadar air kritis benih kakao berdasarkan hasil percobaan 1 sekitar 164.
Percobaan 2
Benih kakao berkadar air 27-36% mampu mempertahankan viabilitas dan vigornya sampai periode konservasi 3 minggu. Benih kakao yang mulai turun viabilitas dan vigornya pada taraf kadar air 27% diduga mengalami pengeringan akibat penurunan kadar air sehingga tidak mampu mempertahankan viabilitasnya sampai periode 3 minggu. juga desiccation injury. Peristiwa ini disebut juga desiccation injury.
Pada periode konservasi 0, 1 dan 3 minggu tidak berbeda nyata pada taraf kadar air K, (37%), K₂ (344) dan K3 (27%). Taraf K4 (23%) dan K5 (12%) pada periode konservasi 3 minggu, daya berkecambah benih turun sekitar 16.67% dan 0 artinya benih telah kehilangan kemampuan untuk berkecambah.
Kadar air benih kakao di atas 27% masih mampu mempertahankan viabilitasnya sampai periode konservasi 3 minggu. Hal ini ditunjukkan oleh semua tolok. ukur viabilitas: dan vigor yang digunakan. | id |