Show simple item record

dc.contributor.advisorAgronomy - Cocoa
dc.contributor.authorFifiyani
dc.date.accessioned2023-11-06T03:55:18Z
dc.date.available2023-11-06T03:55:18Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130619
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar air benih kakao (Theobroma cacao L.) terhadap viabi litas dan kepekaannya terhadap suhu serta periode konservasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 1996. Lokasi penelitian di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Pilot Plant, PAU, IPB, Darmaga. Percobaan I terdiri atas dua faktor yaitu kadar air ( K_{1} = plus/minus 36 * t K_{2} = plus/minus 32 * k K_{3} = plus/minus 28 * K K_{4} = plus/minus 25% K5-122; K_{6} = plus/minus 18 * k ; Ky±16%; K_{B} = plus/minus 14 * K dan suhu ( T_{1} = 27 deg * C dan T_{2} = 10 deg * C ) . Percobaan 2 terdiri dari kadar air (K_{1} = plus/minus 37 * k) K₂ =±34; Kym±27%; K₁ =+234; K_{5} = plus/minus 16% ) dan periode konservasi \ P_{1} = 0 minggu i*P_{2} = 1 minggu dan P_{3} = 3 minggu). Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Percobaan 1 Benih kakao yang diberi perlakuan suhu 10°C (setelah dikeringkan) lebih peka daripada suhu 27°C. Hal ini ditunjukkan oleh interaksi tolok ukur viabilitas dan vigor yang digunakan. Perlakuan suhu 10°C diduga menyebabkan kebocor- an metabolit yang cukup besar sehingga menurunkan integritas membran dan diikuti kerusakan mitokondria dan ribosom. Akibatnya viabilitas benih yang diberi perlakuan 10°C semakin menurun yang diikuti peristiwa kemunduran benih. Penurunan kadar air sampai taraf K₂-Kg memberikan nilai viabilitas yang rendah untuk perlakuan suhu 10°C tetapi pada suhu 27°C untuk semua taraf kadar air memperlihatkan kemampuan benih untuk mempertahankan viabilitasnya, kecuali taraf 14 yang menunjukkan kemunduran yang cukup besar. Kadar air kritis benih kakao berdasarkan hasil percobaan 1 sekitar 164. Percobaan 2 Benih kakao berkadar air 27-36% mampu mempertahankan viabilitas dan vigornya sampai periode konservasi 3 minggu. Benih kakao yang mulai turun viabilitas dan vigornya pada taraf kadar air 27% diduga mengalami pengeringan akibat penurunan kadar air sehingga tidak mampu mempertahankan viabilitasnya sampai periode 3 minggu. juga desiccation injury. Peristiwa ini disebut juga desiccation injury. Pada periode konservasi 0, 1 dan 3 minggu tidak berbeda nyata pada taraf kadar air K, (37%), K₂ (344) dan K3 (27%). Taraf K4 (23%) dan K5 (12%) pada periode konservasi 3 minggu, daya berkecambah benih turun sekitar 16.67% dan 0 artinya benih telah kehilangan kemampuan untuk berkecambah. Kadar air benih kakao di atas 27% masih mampu mempertahankan viabilitasnya sampai periode konservasi 3 minggu. Hal ini ditunjukkan oleh semua tolok. ukur viabilitas: dan vigor yang digunakan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgronomy - Cocoaid
dc.titleStudi hubungan kadar air dan viabilitas benih kakao (Theobroma cacao L.) dan kepekaannya terhadap suhu rendah serta periode konservasiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record