| dc.description.abstract | Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan yang
melimpah.Subsektor perikanan merupakan penyumbang terbesar kedua pada
Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada kurun waktu 2006-2009.Hal
ini menyatakan bahwa subsektor perikanan berpotensi untuk dikembangkan.
Salah satu komoditi perikanan yang berpotensi untuk dikembangkan
adalah kepiting.Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), komoditi
kepiting Indonesia selama periode tahun 1990-2000 termasuk ekspor utama yang
diunggulkan dalam komoditi perikanan Indonesia.Namun, pada tahun 2000-2010,
komoditi kepiting Indonesia mengalami penurunan ekspor sehingga hanya masuk
dalam sepuluh besar ekspor unggulan komoditi perikanan Indonesia.Ekspor
komoditi kepiting Indonesia selama periode tahun 2001-2010 mengalami
fluktuatif.
Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu
menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi aliran
perdagangan kepiting Indonesia di negara-negara tujuan ekspor.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan analisis kuantitatif,
yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD)
untuk menganalisis daya saing kepiting sedangkan Gravity Model untuk
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aliran ekspor kepiting Indonesia
di negara-negara tujuan ekspor. Tahun analisis yang digunakan adalah tahun
2001-2010 dengan enam negara tujuan ekspor kepiting Indonesia yaitu
Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat.
Kepiting Indonesia berdasarkan metode RCA menunjukkan bahwa
kepiting Indonesia memiliki keunggulan komparatif di dunia dan negara-negara
tujuan ekspor yaitu, Hongkong, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat
sedangkan ekspor Indonesia ke negara Jepang dan Korea Selatan tidak memiliki
keunggulan komparatif. Kepiting Indonesia berdasarkan metode EPD
menunjukkan bahwa kepiting Indonesia berada pada posisi Rising Star di dunia
dan negara-negara tujuan ekspor yaitu, Jepang, Korea Selatan, Malaysia dan
Amerika Serikat sedangkan negara Hongkong dan Singapura berada pada posisi
pasar Falling Star.
Kepiting Indonesia berdasarkananalisisGravity Model menunjukkan
bahwa semua variabel independen signifikan mempengaruhi variabel dependen
yaitu volume ekspor kepiting Indonesia.Variabel yang berpengaruh positif adalah
GDP perkapita riil negara tujuan ekspor dan nilai tukar riil.Variabel yang
berpengaruh negatif adalah GDP per kapita riil Indonesia, jarak ekonomi
Indonesia dengan negara tujuan ekspor dan harga ekspor ke negara tujuan.Hasil
estimasi Fixed Effect (Cross) menunjukkan bahwa negara Malaysia merupakan
pasar ekspor yang potensial karena memiliki rata-rata perubahan volume ekspor
kepiting Indonesia tertinggi diantara negara tujuan ekspor lainnya. | id |