| dc.description.abstract | Melati memiliki prospek yang cerah untuk dijadikan tanaman hias dalam pot, karena penampilan bunganya yang indah dan wangi, walaupun belum sepopuler krisan atau anggrek. Namun sifat tanaman melati yang merambat dan liar akan cukup merepotkan jika dijadikan tanaman hias dalam pot. Penggunaan zat penghambat tumbuh (growth retardant) diharapkan mampu membuat tanaman melati lebih kompak, percabangan banyak dan bunga lebat.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian uniconazole, baik waktu pemberian maupun konsentrasinya, terhadap pertumbuhan dan pembungaan melati (Jasminum sambac Ait. cv. Grand Duke of Tuscany).
Penelitian ini berlokasi di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor berlangsung dari bulan Januari hingga bulan Juni 1998. Rancangan yang diguna. kan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Terdiri atas dua faktor, yaitu waktu pemberian: 5,9MST (W1) dan 11,15MST (W2). Konsentrasi uniconazole: Kontrol=0mg a/pot (KO), 3mg al/pot (K1), 6mg a.l/pot (K2) dan 12mg al/pot (K3). Setiap satuan percobaan terdiri atas 6 tanaman. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Pengelompokan didasarkan atas diameter batang, yaitu s 30mm, 30<x< 40mm dan >40mm.
Faktor waktu pemberian uniconazole tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah ruas, panjang ruas, jumlah cabang, panjang cabang, diameter batang, luas daun, jumlah klorofil daun, saat muncul bunga pertama, jumlah bunga, diameter bunga dan lama kesegaran bunga. Waktu pemberian hanya mempengaruhi jumlah daun saat 7, 9, 15, 17MST. Tanaman yang diberi uniconazole lebih awal (5,9MST) memiliki jumlah daun lebih sedikit dibandingkan tanaman yang dibari uniconazole saat berumur 11:15MST.
Jumlah bunga mingguan tanaman melati yang diberi uniconazole saat berumur 5:0MST umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan waktu pemberian 11:15MST. Puncak produksi bunga pada kedua taraf perlakuan terjadi pada saat tanaman berumur 17MST.
Faktor konsentrasi uniconazole tidak mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah ruas, panjang ruas, jumlah cabang, panjang cabang dan diameter batang. Namun konsentrasi uniconazole mempengaruhi jumlah daun saat, 9, 11 dan 17MST, jumlah klorofil daun, saat muncul bunga pertama, jumlah bunga total dan lama kesegaran bunga.
Konsentrasi uniconazole secara nyata menurunkan jumlah daun saat tanaman berumur 9, 11 dan 17MST. Secara umum tanaman yang diberi unicona- zole selalu menunjukkan jumlah daun yang lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman kontrol
Jumlah klorofi dalam daun meningkat dengan pemberian uniconazole. Walaupun tidak ada perbedaan nyata jumlah klorofil antar perlakuan yang diberi uniconazole, namun selalu menunjukkan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kontrol.
Saat pemunculan bunga pertama dapat dipercepat 5-8 hari dengan pemberian uniconazole. Hal ini disebabkan karena kompetisi antara pertumbuhan vegetatif dan generatif berkurang akibat pemberian zat penghambat tumbuh, sehingga tanaman dapat mengalihkan kegiatannya pada pembungaan. | id |