| dc.description.abstract | Menurut Stiglitz dan Greenwald (2003), sektor keuangan perbankan lebih
superior dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya. Hal ini dikarenakan
bank mampu menghadapi informasi yang asimetris dan mahalnya biaya dalam
melakukan fungsi intermediasinya. Secara alami bank mampu melakukan
kesepakatan dengan berbagai tipe peminjam dan dengan kerangka aturan serta
kelembagaan yang sesuai, bank memiliki persiapan yang lebih baik dalam
menghadapi asymmetric information. Dengan demikian perbankan dapat memacu
pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor-sektor produktif (potential
entrepreneur) yang nantinya dapat meningkatkan produktivitas (King dan
Levine,1993).
Analisis pengaruh sektor perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi di
kawasan Asia Pasifik ditunjukkan oleh hasil analisis baik deskriptif dan
kuantitatif. Analisis deskriptif pertumbuhan ekonomi dan sektor perbankan high
income country dan nonhigh income country menunjukkan hasil sebagai berikut:
Pertama, tren rata-rata pertumbuhan ekonomi high income country berada di
bawah nonhigh income country selama kurun waktu 2000-2010. Kedua,
kelompok high income country memiliki andil yang lebih kuat untuk tiga kategori
dalam sektor perbankan yaitu, share deposito terhadap PDB, Indeks Perlindungan
Kredit (Legal Right Index), dan Bank Concentration dibandingkan nonhigh
income country. Ketiga, kelompok nonhigh income country memiliki tingkat
kredit per deposito yang lebih tinggi dibandingkan high income country meskipun
tren yang dihasilkan cenderung stagnan.
Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel bebas
(Bank Deposit, Bank Kredit, Bank Concentration, Legal Right Index, dan Number
of Commercial Bank) memengaruhi variabel tidak bebas (pertumbuhan ekonomi) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara sektor perbankan terhadap
pertumbuhan ekonomi. Sektor perbankan pada kelompok high income country
lebih tinggi pengaruhnya bagi pertumbuhan ekonomi mereka dibandingkan
kelompok nonhigh income country. | id |