Show simple item record

dc.contributor.advisorWagiono, Yayah K.
dc.contributor.authorIndhra, Rya Paramitha
dc.date.accessioned2023-11-02T04:43:24Z
dc.date.available2023-11-02T04:43:24Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130191
dc.description.abstractPerkembangan ekonomi dunia dewasa ini semakin menuju kearah keterbukaan hubungan ekonomi antar bangsa. Hal ini ditandai dengan adanya berbagai kesepakatan dalam AFTA (Asean Free Trade Area) dalam semangat untuk menciptakan perdagangan internasional. Hal ini memerlukan perhatian yang ekstra dari seluruh lapisan masyarakat agar produk dalam negeri tidak kalah bersaing dengan produk internasional. Pertimbangan-pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam bentuk apa produk akan dijual harus diambil dengan sangat hati-hati jika kita tidak ingin kalah bersaing dengan negara tetangga. Selain permasalahan kualitas dan kuantitas, efisiensi tataniaga yang berorientasi pelanggan di berbagai tingkat merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan. Nenas merupakan salah satu komoditas buah Indonesia yang memiliki prospek cerah, karena disamping menghasilkan devisa juga berperan dalam meningkatkan pendapatan petani. Nenas juga termasuk ke dalam kelompok buah eksotik (exotic friuts) yaitu buah- buahan khas daerah tropis yang mahal harganya dan banyak peminatnya dipasaran luar negeri. Dipilihnya nenas sebagai salah satu komoditi unggulan, didasarkan pada peta pengembangan agribisnis hasil Riset Unggulan Strategis Nasional (RUSNAS), dan pangsa pasar yang besar dalam ekspor. Indonesia sebagai anggota AFTA (Asean Free Trade Area) akan manghadapi persaingan dunia yang telah mendorong kondisi perekonomian yang semakin kompleks dan kompetitif. Perdagangan bebas yang membawa Indonesia memiliki peluang sekaligus tantangan untuk mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat. Nenas sebagai komoditi ekspor andalan Indonesia pun diharapkan memiliki daya saing yang tinggi, sehingga mampu bersaing dengan negara lain di pasar Internasional. Komoditi nenas dapat dikatakan berdaya saing tinggi apabila tingkat produktivitas yang tinggi, tingkat produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan kebutuhan luar negeri, efisiensi pada rantai tataniaga yang mampu meningkatkan harga komoditi nenas di tingkat petani sehingga dapat menekan biaya produksi dalam negeri. Daya saing nenas Indonesia dapat juga dilihat dari rendah harga jual di bandingkan dengan nenas negara pengekspor lainnya. Berdasarkan kenyataan tersebut tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis daya saing komoditas nenas di sentra produksi melalui keunggulan kompetitif dan komparatif (2) Menganalisis efisiensi tataniaga komoditas nenas di sentra produksi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.titleAnalisis daya saing dan efisiensi tataniaga nenas di Kabupaten Blitar, Jawa Timur: studi kasus Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar Jawa Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordnenasid
dc.subject.keywordKarakteristik tanaman nenasid
dc.subject.keywordHama dan penyakit nenasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record