Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarti, MC. Titik
dc.contributor.authorSungkowo, Ratno
dc.date.accessioned2023-10-31T00:27:41Z
dc.date.available2023-10-31T00:27:41Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129268
dc.description.abstractPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus dan unit analisa keluarga BMP (bentuk keluarga inti) dengan subyek kasus adalah keluarga dengan istri yang menjadi BMP, BMP telah memiliki anak, dan EMP telah kembali dengan keluarga. Pengumpulan data kualitatif diperoleh Bengan teknik wawancara mendalam (indept interview) dan pengamatan terhadap Subyek kasus. Data kuantitatif diperoleh melalui kajian dokumen dari berbagai instansi. Penelitian mengambil 9 keluarga BMP yang terdiri dari 6 keluarga inti lengkap (Dari, Sumi, Sidar, Gute, Rubi, Pai) dan keluarga inti tidak lengkap (Sita, Misen, Suhar) dengan keadaan fisik setiap rumah subyek kasus bervariasi. Di Kadus I Desa Sindangsari Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah sebagai tempat difokuskannya penelitian ini, terdapat 95 TKI dengan 15 laki-laki dan 80 BMP terhimpun dalam 79 keluarga BMP, 64 diantaranya adalah keluarga BMP dengan istri sebagai BMP. Para BMP telah meninggalkan keluarga bagi yang lajang dan meninggalkan suami dan anak- anaknya bagi yang statusnya telah menikah. Pada penelitian ini dilihat dinamika perilaku kerja BMP dan proses perubahan struktur dan fungsi yang menyertainya serta pengaruhnya terhadap disfungsi dan tipologi keluarga yang terbentuk. Penelitian menggunakan pendekatan struktur fungsional dengan lima fungsi prasayarat keluarga menurut Levy (1949) yaitu diferensiasi peranan, alolakasi solidaritas, alokasi integrasi dan ekspresi, alokasi ekonomi, dan alokasi politik sebagai alat analisa. Perilaku kerja BMP mencakup sistem pemberangkatan (calo PJTKI dan calo NonPJTKI), waktu pemberangkatan (sesuai kontrak kerja/2 tahun, lebih dari kontrak kerja, kurang dari kontrak kerja), negara tujuan (Kawasan ASIA/ ASEAN), jenis pekerjaan (penata laksana rumah tangga), dan gaji (lebih dari 10 Jula Rupiah per tahun atau kurang dari 10 Juta Rupiah per tahun). Hubungan antara dimensi perilaku kerja BMP membentuk enam pola perilaku kerja BMP. Pola I yaitu sistem pemberangkatan calo PJTKI dengan waktu kerja sesuai kontrak gaji BMP lebih dari 10 juta rupiah setiap tahun dinilai secara ekonomi paling menguntungkan. Pola perilaku kerja BMP telah merubah struktur dan fungsi keluarga BMP. Perubahan diferensiasi peranan yaitu dari dua pola yaitu suami pencari nafkah istri kepala rumah tangga dan suami pecari nafkah istri kepala rumah tangga sekaligus pencari nafkah menjadi tiga pola yaitu istri pencari nafkah Cami kepala rumah tangga, istri pencari nafkah suami kepala rumah tangga sekaligus pencari nafkah, istri pencari nafkah pihak selain suami kepala rumah tangga.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomics and Development Studiesid
dc.titlePerubahan struktur dan fungsi keluarga buruh migran perempuanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordfamily functionsid
dc.subject.keywordhouseholdid
dc.subject.keywordfemale migrant workersid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record