| dc.description.abstract | Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2003 ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan pada tahun buku 2000. 2001, dan 2002 dengan menggunakan EVA. Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan sektor pertanian yang telah go public dan menghasilkan laba bersih yang positif pada tahun buku 2000, 2001, dan 2002. Berdasarkan kedua kriteria tersebut dipilihlah PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) dan PT Bahtera Adimina Samudra Tbk (BAS) sebagai sampel.
Sebelum nilai EVA diketahui, terlebih dulu dihitung biaya utang, biaya ckuitas, biaya modal rata-rata tertimbang yang merupakan rata-rata tertimbang dari biaya utang dan biaya ekuitas, laba usaha bersih setelah pajak, dan modal yang diinvestasikan. Selain biaya ekuitas, yang lainnya dihitung dengan menggunakan. data dari laporan keuangan perusahaan per 31 Desember. Biaya ekuitas dihitung dengan metode capital asset pricing model (CAPM) menggunakan data: (1) suku bunga Sertifikat Bank Indonesia berjangka tiga bulan sebagai suku bunga bebas risiko, (2) indeks harga saham gabungan (IHSG) mingguan, dan (3) harga saham mingguan masing-masing perusahaan. Data IHSG dan harga saham perusahaan mingguan diperlukan untuk menghitung koefisien beta perusahaan yang merupakan
indeks risiko perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai EVA-nya, AAL pada tahun buku 2000, 2001, dan 2002 tidak dapat menciptakan kemakmuran bagi para pemegang sahamnya. Nilai EVA AAL pada tahun buku 2000, 2001, dan 2002 masing-masing adalah -Rp 163,579 milyar; -Rp 158,59 milyar; dan Rp 296,892 milyar.
Pada kurun waktu yang sama, BAS pun tidak berhasil menciptakan kemakmuran bagi para pemegang sahamnya. Nilai EVA BAS pada tahun buku 2000, 2001, dan 2002 berturut-turut adalah -Rp 14,011 milyar; -Rp 18,537 milyar; dan -Rp 26,422 milyar.
Kedua perusahaan tidak dapat menciptakan kemakmuran bagi para pemegang sahamnya karena nilai laba usaha bersih setelah pajak lebih kecil daripada capital charge (biaya modal rata-rata tertimbang dikali modal yang diinvestasikan). | id |