Show simple item record

dc.contributor.advisorPriyono, Agus
dc.contributor.advisorKartono, Agus Priyono
dc.contributor.authorPandiangan, Ernest Julianto
dc.date.accessioned2023-10-31T00:16:01Z
dc.date.available2023-10-31T00:16:01Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129256
dc.description.abstractMajunya teknologi dan aktivitas manusia mempengaruhi kondisi lingkungan. Demikian juga halnya pada lingkungan perairan yang terlihat pada menurunnya kualitas dan kuantitas badan-badan air. Hal ini diakibatkan kurangnya pengendalian dan pengaturan terhadap buangan ke badan-badan air. Contoh nyata dari masalah lingkungan perairan adalah terjadinya peningkatan produktivitas tumbuhan air yang mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru. Salah satu tumbuhan air yang meningkat secara cepat adalah Eichhornia crassipes. Peningkatan produktivitas tumbuhan ini yang sangat cepat dipengaruhi oleh parameter kualitas air dimana tersedia unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk hidup dan berkembang dalam badan-badan air. Untuk mengatasi peningkatan yang sangat cepat dari tumbuhan ini diperlukan pengetahuan mengenai kualitas air yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhannya sehingga unsur tersebut dapat dikendalikan dan diatur. Penelitian dilakukan di rumah kaca lab silvikultur Institut Pertanian Bogor (IPB), lab perairan Budidaya Perikanan IPB dan lokasi pengambilan bahan di Situ Gunung Putri Bogor pada bulan Mei-Juni 2006. Analisis yang dilakukan berupa analisis biomassa, jumlah helai daun dan tinggi E. crassipes, analisis laju pertumbuhan E. crassipes dan analisis parameter kualitas air yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan E. crassipes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan biomassa baik itu peningkatan tinggi, jumlah helai daun maupun berat basah E. crassipes dalam waktu 1 bulan. Pertambahan jumlah helai daun yang terbesar terjadi pada perlakuan To sebanyak 11 helai (dari 15 menjadi 26 helai), kemudian Ts dan T20 bertambah sebanyak 7 helai (dari 19 menjadi 26 helai dan dari 18 menjadi 25 helai) dan pada Tio bertambah sebanyak 6 helai (dari 19 menjadi 25 helai). Penambahan tinggi terbesar terdapat pada To sebesar 24,43 cm (dari 50,46 menjadi 74,89 cm), Ts sebesar 15,86 cm (dari 49,13 menjadi 64,99 cm), T10 sebesar 13,54 cm (dari 51,17 menjadi 64,71 cm) serta T20 sebesar 12,03 cm (dari 49,62 menjadi 62,65 cm). Penambahan berat basah terbesar pada Ts sebesar 194,3 g (dari 269,5 menjadi 463 g), To sebesar 179,7 g (dari 282,5 menjadi 462,2 g), T20 sebesar 176,1 g (dari 246,4 menjadi 422,5 g) dan T10 sebesar 148,8 g (dari 267,4 menjadi 416,2 g).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBiochemical Oxygenid
dc.subject.ddcDemand Chemical Oxygenid
dc.titlePengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan Eichhornia crassipes(Mart.) Solmsid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDemand Kemasaman airid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record