| dc.description.abstract | Benih manggis diselimuti oleh selaput daging yang berserat (pulp). Pulp ini diduga dapat menghambat perkecambahan benih, selain itu pulp merupakan media yang baik bagi cendawan. Untuk membersihkan pulp tersebut diperlukan suatu metode ekstraksi yang cepat, mndah dan tidak mempengaruhi viabilitas benih manggis.
Penelitian ini be1tujuan untuk mengetahui kemungkinan penggunaan kapur tohor untuk ekstraksi benih manggis (Garcinia mangostana L.) dan pengaruhnya terhadap viabilitas benih.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium llmu dan Teknologi Benih, rumah kaca Jurusan Budidaya
Pe1tanian, IPB dari bulan November 1997 sampai bulan Februari 1998.
Penelitian ini menggnnakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu
konsentrasi kapur (K.) dengan 6 taraf yaitu Kl = 0 g/1, K2= 10 g/1, K3 = 15 g/1, K.4 = 20 g/1, K.5
= 25 g/1, K.6 = 30 g/1 dan lama perendaman (L) dengan 4 taraf yaitu LI = 0 menit, L2 = 10 menit, L3
= 20 menit, L4 = 30 menit.
Dalam penelitian ini terdapat 24 kombinasi dengan 3 ulangan sehingga terdapat 72 satuan ercobaan.
Pengamatan dilakukan terhadap viabilitas potensial (Vp) dengan tolok ukur daya berkecambah (DB)
dan berat ke1ing kecambah normal (BKKN) serta parameter viabilitas total (Vy) dengan tolok ukur
potensi tumbuh maksimum. Untuk parameter vigor kekuatan tumbuh (VKT) diindikasikan dengan tolok ukur kecepatan tumbuh, spontanitas tumbuh, panjang epikotil dan panjang akar. Selain itn dilakukan juga pengamatan terhadap kadar air benih. | id |