Show simple item record

dc.contributor.advisorKemala, Tetty
dc.contributor.advisorRiyadi, Agung
dc.contributor.authorAtiyah, Umi
dc.date.accessioned2023-10-28T23:41:26Z
dc.date.available2023-10-28T23:41:26Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128930
dc.description.abstractSalah satu parameter yang digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas suatu detergen adalah periksaan karbonat dan menentukan nilai Cpk karbonatnya. Cpk adalah kapabilitas proses kumulatif itu merupakan angka yang dapat menunjukkan bagaimana suatu proses dapat terpusat dengan baik dan menuhi target pada daerah spek yang telah ditentukan, sedangkan Cpk karbonat adalah angka yang mentukan berdasarkan kadar karbonat dari sejumlal1 sampel yang memiliki sebaran basil pemeriksaannya b'ela a pada daeral1 target yang diliarapka.tl. Sebelum penentuan nilai Cpk karbonat, dalam analisis nat lerlebih dahulu dilakukan penentuan karbonat dengan menggunakan tiga metode pemeriksaan karb nat, yaitu metode pembebasan gas denga.n asam sulfat, metode berdasarkan aktif detergen, dan rimetri. Dari pengujian metode tersebut dipilih yang terbaik agar nilai Cpk dapat dit:ingkatkan. metotle tit Hasil perbandingan menunjukkan metode pembebasan gas dengan asam sulfat masih lebih baik, karena memiliki angka yang tidak berbeda nyata dengan yang sebenarnya. Selain itu, metode ini lebih praktis dan cepa dalam penggunaannya. Pada penelitian ini sampel diambil dari tabung fluidizer sebelum dikemas, yaitu pada tingkatan di bawah 400Kg, di antara 400-600Kg, dan di atas 600Kg. Dari basil pemeriksaan diperoleh nilai Cpk sampel yang diambil pada t:ingkatan di bawah 400Kg, di antara 400-600Kg, dan di atas 600Kg me1niliki nilai Cpk berturut-turut 0.5128; 0.8133; dan 1.2938. Sampel pada saat jumlah produksi berada di atas 600kg menghasilkan nilai Cpk yang lebih tinggi. Rendahnya nilai Cpk dari karbonat tidak berpengaruh terhadap nilai akt:if detergen, dan bisa disebabkan kurang homogennya campuran antara serbuk dasar detergen dan natrium karbonat. Kesulitan menoapai kehomogenan yang maksimum disebabkan wujud dasar dari bal1a.c1 tersebut berupa padatan. Kehomogenan juga bisa dipengaruhi oleh ukuran partikel dari natriurn karbonat tersebut yang kuraid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcMathematics and Natural Sciencesid
dc.subject.ddcChemistryid
dc.titlePenentuan kapasibilitas proses kumulatif karbonat dalam detergen serbukid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKarbonatid
dc.subject.keywordFluidizerid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record