Show simple item record

dc.contributor.advisorMonintja, Daniel R.
dc.contributor.authorNuramin, Mohamad
dc.date.accessioned2023-10-28T13:51:45Z
dc.date.available2023-10-28T13:51:45Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128870
dc.description.abstractPenelitian ini diharapkan mampu untuk memberikan gambaran terhadap perikanan tuna di Sendangbiru, serta informasi mengenai prospek pengembangannya. Penelitian dilaksanakan di Sendangbiru, Malang, pada bulan Juli dan Agustus 2004. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yang disertai dengan analisis terhadap aspek biologi, teknik, sosial, ekonomi, dan kebijakan, untuk selanjutnya dirumuskan beberapa solusi kebijakan secara generalis dan fundamentalis . Struktur perikanan tuna Sendangbiru terdiri atas komponen sarana produksi, organisasi dan kebijakan perikanan, serta kegiatan produksi. Sarana produksi yang rnendukung perikanan tuna di Sendangbiru meliputi :PPI Pondokdadap yang merupakan pusat kegiatan produksi perikanan tuna, unit penangkapan, unit pengolahan, serta unit pernasaran. Organisasi dan kebijakan perikanan yang terkait dengan upaya pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru antara lain KUD Mina Jaya, PMU, LEPPM3, serta rukun nelayan Rukun Jaya. Tinjauan terhadap beberapa indikator aspek biologi yang meliputi kajian terhadap kecenderungan CPUE dengan persamaan Y = 53,058X, Indeks Musim Penangkapan dengan basil adanya 6 bulan yang mempunyai IMP di atas 100%, dan landing size yang menunjukkan 47% pendaratan sesuai dengan ukuran laik tangkap dan 53% tidak sesuai dengan ukuran laik tangkap. Hasil kajian terhadap aspek teknik yang mencakup kajian terbadap efisiensi tenaga kerja sebasar 140 Kg/orang, efisiensi waktu sebesar 4,86 Kg/jam, dan nilai catch rate sebesar 2 ekor/jam. Ditinjau dari aspek sosial, prospek pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru mempunyai peluang dan hambatan pengembangan. Berdasarkan aspek ekonomi khususnya sektor finansial, didapat beberapa indikasi BC ratio 0,34, ROI 1,37, PP 8,8 bulan, BEP produksi 7.631,9 Kg, dan BEP biaya Rp.82.679.048,83,00 . Berdasarkan aspek kebijakan, pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru mempunyai peluang yang besar karena terdapat beberapa kebijakan pemerintah maupun swasta yang mendukung upaya pengembangan. Berdasarkan asumsi bahwa tiap aspek memiliki pengaruh yang sarna terhadap prospek pengembangan, dapat disimpulkan bahwa prospek pengembangan perikanan tuna di Sendangbiru sangat prospektif. Secara umum, beberapa kebijakan yang perlu diambil berkaitan dengan upaya pengembangan perikanan tuna di Sendagbiru antara lain : Adanya monitoring secara konsisten sebagai upaya kontrol terhadap sinergitas komponen-komponen yang terkait, perbaikan sarana dan prasarana, penggalangan kepercayaan dari berbagai pihak yang terkait peribal prospek pengembangan, serta penyeragaman visi dan misi dari seluruh komponen pelaku perikanan yang terkait, demi terciptanya kesejahteraan bersama. Diharapkan kegiatan ilrniah serupa tetap dilaksanakan sebagai upaya penyempuma, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih bijaksana.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFishing Management and Technologyid
dc.titleProspek Pengembangan Perikanan Tuna di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordIkan Tunaid
dc.subject.keywordPemasaranid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record