View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Indeks kuat BSISO dan hubungannya dengan kejadian badai guntur dan intensitas curah hujan harian di Sumatera

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (4.691Mb)
      Date
      2016
      Author
      Aisy, Nisrina Rohadatul
      Faqih, Akhmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia dengan iklim yang hangat dan lembap, merupakan wilayah kondusif bagi pembentukan awan-awan konvektif, seperti Cumulonimbus (Cb), yang merupakan pemicu terjadinya badai guntur dan hujan deras. Keduanya diduga memiliki hubungan dengan beberapa mode variasi iklim, terutama osilasi dalam skala waktu intra-musiman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola kejadian badai guntur dan intensitas curah hujan di Sumatera saat fase kuat Boreal Summer Intra-Seasonal Oscillation (BSISO). BSISO merupakan mode variasi iklim pada skala waktu intra-musiman yang mendominasi saat musim panas di bumi belahan utara. Data kejadian badai guntur didapatkan dari laporan sinoptik stasiun cuaca, sedangkan data intensitas curah hujan harian didapatkan dari data CHIRPS versi 2.0. Analisis komposit antara badai guntur dan intensitas curah hujan selama fase kuat BSISO dilakukan pada penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa angka kejadian badai guntur rata-rata tinggi saat fase 1 - 2 dari BSISO1 dan fase 6 - 7 dari BSISO2, sedangkan rata-rata intensitas curah hujan tinggi saat fase 1 - 2 dari BSISO1 dan fase 2 - 3 dari BSISO2. Analisis korelasi signifikan antara badai guntur dengan indeks kuat BSISO1 berada pada fase 3 - 4 (r = 0.53, 0.40) dan BSISO2 pada fase 2 - 3 (r = 0.34, 0.30), sedangkan antara intensitas curah hujan dengan indeks kuat BSISO1 dan BSISO2 sama-sama berada pada fase 1 – 3, dengan r=0.26, 0.27 dan 0.33 untuk BSISO1 dan r=0.36, 0.20 dan 0.40 untuk BSISO2.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128436
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1719]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository