Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorHutajulu, Irene Lydia Febrianti
dc.date.accessioned2023-10-25T11:44:50Z
dc.date.available2023-10-25T11:44:50Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128414
dc.description.abstractPerkebunan Gunung Mas merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri agribisnis teh di Indonesia. Semakin banyaknya produk teh dalam negeri, dan munculnya produsen-produsen baru yang menawarkan produk yang lebih beragam, bentuk yang menarik, rasa yang berbeda merupakan ancaman bagi Perkebunan Gunung Mas. Untuk mempertahankan permintaan akan konsumen yang mengkonsumsi teh maka Perkebunan Gunung Mas dituntur untuk mampu melakukan produksi secara efisien dan efektif yang didasarkan pada tujuan perusahaan yang ingin dicapai. Salah satu fungsi yang terpenting dalam usaha untuk mencapai tujuan perusahaan adalah perencanaan dan pengendalian produksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan September 2004. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari sistem perencanaan dan pengawasan produksi serta menganalisis faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan perencanaan produksi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Perkebunan Gunung Mas tidak melakukan perencanaan produksi agregat. Perusahaan hanya melakukan rencana produksi dalam jangka waktu pendek yaitu bulanan. Rencana produksi pada perusahaan dibuat dengan cara menjumlahkan pesanan yang masuk, pesanan belum selesai. total permintaan dari pelanggan rutin serta permintaan untuk ekspor dan lokal. Untuk sistem pengawasan perusahaan melakukan sistem pengawasan proses. Usulan perenc;maan produksi agregat yang diberikan dalam penelitian ini didasarkan pada peramalan penjualan dengan menggunakan metode ARIMA Box Jenkins. Sedangkan untuk minim isasi biaya dan perhitungan kendala - kendala produksi menggunakan program linier dengan memanfaatkan perangkat lunak LINDO (Linier Interactive Discrete Optimizer). Peramalan penjualan dilakukan dengan memakai input data histories penjualan perusahaan yang dilakukan kepada pemesan secara local maupun untuk ekspor. Dari hasil pengolahan dengan menggunakan Model SAS didapatkan model yang paling cocok digunakan untuk peramalan penjualan adalah ARIMA (3, 1, 1) karena model tersebut memiliki standar error yang terkecil. Model ARIMA (3, 1, 1) didapatkan bahwa peramalan produksi untuk setahun kedepan sebesar 1.346.606,7760 kg. Dari hasil perencanaan produksi dapat diketahui jumlah rencana produksi selama satu tahun yairu 1.355.372,9 kg, pemakaian jam kerja regular sebesar 2.660.0 I, tingkat sediaan sebesar 1 07. 728.54 kg, rencana pemakaian bahan baku, dan waktu idle (waktu mengganggur) yang terjadi. Total perencanaan produksi selama satu tahun adalah 1.355.372,9 kg, tingkat persediaan sebesar I 07.728.54 kg. Hasil perencanaan produksi menunjukkan bahwa dengan jam kerja regular yang tersedia selama periode perencanaan, perusahaan tidak perlu mengadakan jam kerja lembur. Terjadi kelebihan tenaga kerja yang ditunjukkan oleh waktu idle pada proses perencanaan. Waktu idle biasanya dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan bersih - bersih lingkungan, perbaikan gedung, dan memperbaiki mesin. Selain itu. sumberdaya lain yng berlebih adalah kapasitas gudang produk jadi dan kapasitas mesin. Pada akhir penelitian ini diberikan rekomendasi pada perusahaan mengenai sistem pengawasan produksi yang didasarkan pada teori - teori. Sistem pengawasan yang diusulkan adalah pengawasan pengerjaan pesanan, ekspor dan lokai dengan melaiui tahapan seperti membuat BOM (Bill of Materials), rout sheet, scheduling, manufacturing order, dan follow up. Faktor - faktor yang perlu dipertim bangkan oleh perusahaan dalam menyusun perencanan produksi adalah jumlah permintaan dari pelanggan untuk ekspor maupun lokal, kapasitas mesin tersedia, tenaga kerja tersedia, waktu tersedia, bahan baku tersedi, kapasitas gudang produk jadi. Berdasarkan uraian di atas maka sebaiknya perusahaan mengambil tindakan terhadap kelebihan jam kerja reguler yang tersedia, kapasitas mesin dan kapasitas produk jadi yang berlebihan dengan cara meningkatkan jumlah permintaan. Peningkatan jumlah permintaan dapat dilakukan dengan peningkatan usaha pemasaran.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcTehid
dc.subject.ddcProduksiid
dc.titlePerencanaan Produksi Agregat Teh pada Perkebunan Gunung Mas PTPN VIII Kabupaten Bogar Propinsi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record