Show simple item record

dc.contributor.advisorRusli, Said
dc.contributor.authorAji, Gunawan Mukti
dc.date.accessioned2023-10-25T11:43:46Z
dc.date.available2023-10-25T11:43:46Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128411
dc.description.abstractSkema baru pemerintahan desa sejalan diterapkannya UU No.22/ 1999 adalah hadimya Badan Perwakilan. Desa (BPD), yang berfungsi mengayomi, legislasi, pengawasan dan menampung aspirasi masyarakat. Pada pelaksanaan berbagai fungsinya, lembaga ini dihadapkan pada berbagai bentuk permasalahan, yang pemecahannya memerlukan kemampuan pemimpin dalam menjalankan kepemimpinan yang efektif, yang dapat diwujudkan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi penggunaan gaya kepemimpinan, dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah di berbagai pelaksanaan fungsi BPD, 2) Menelaah kepemimpinan di dalam mengefektifkan lembaga BPD. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yang dilaksanakan di desa Cimanggu I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barnt, pada bulan Januari sampai Maret 2004. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan strategi penelitian studi kasus. Unit analisisnya adalah sebuah lembaga, yaitu lembaga BPD Cimanggu I. Subjek penelitian berjumlah 12 orang, meliputi seluruh anggota BPD. Sedangkan informan, berjumlah sembilan orang meliputi kepala desa beserta perangkat desa, LPM serta para pemuka masyarakat. Pengumpulan data menggunakan metode triangulasi. Pengolahan dan analisis data dilaksanakan mulai pengambilan data di lapang, kemudian dilakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasj data. Desa Cimanggu I merupakan desa agraris, dengan potensi sumber daya manusianya tergolong rendah, yaitu (80 persen) berpendidikan tamat dan tidak tamat SD. Pemerintah desa, dalam menjalankan fungsinya menggunakan pola minimal (jabatan rangkap), karena keterbatasan sumber daya manusia dan perangkat desa. Berbeda dengan BPD, yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tergolong tinggi, yaitu (50 persen) anggotanya lulusan SLTA, terdapat juga anggota yang berpendidikan Diploma dan Saijana. Permasalahan yang dihadapi BPD di berbagai pelaksanaan fungsinya, antara lain; fungsi mengayomi, dalam penyelesaian kasus menjelang Pilkades; fungsi legislasi, dalam penyusunan rancangan Peraturan Desa; fungsi pengawasan, dalam kegiatan laporan pertanggungjawaban kepala desa dan fungsi menampung aspirasi masyarakat, dalam menjalankan kegiatan rnenampung aspirasi masyarakat. Permasalahan tersebut, diselesaikan dengan menjalankan kepemimpinan yang efektif, yang tercermin dari penggunaan perilaku/ gaya kepemimpinan yang tepat, sesuai situasi masalah yang dihadapi, dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Perilaku/ gaya kepemimpinan yang digunakan pemimpin dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan rnasalah, adaiah gaya konsultatif dan partisipatif. Pada penerapannya kedua gaya kepemimpinan tersebut telah mampu mengefektifkan lembaga ini, di dalam menghasilkan berbagai keputusan yang sangat berguna bagi upaya penyelesaian permasalahan yang dihadapi lembaga ini. Kepemimpinan yang efektif yang dijalankan pada setiap upaya penyelesaian permasalahan yang dihadapi BPD, telah mampu mengefektitkan lembaga ini. Hal ini dapat terlihat dari empat kriteria yang digunakan dalam menelaah kepemimpinan dalam mengefektifkan organisasi, sesuai dengan yang dikemukakan oleh Gary A Yulk dalam Nawawi (2003). Pertama, pencapaian organisasi; ditunjukkan dengan terselesaikannya seluruh permasalahan yang dihadapi lembaga ini, di berbagai pelaksanaan fungsinya. Kedua, kepuasan kerja anggota organisasi; disebabkan penggunaan perilaku/ gaya kepemimpinan partisipatif dan konsultatif, yang penerapannya mampu memberdayagunakan para anggota untuk aktif berperan di setiap kegiatan lembaga ini, Ketiga, pertumbuhan/ perkembangan anggota organisasi; ditunjukkan dari peningkatan kedewasaan, kematangan dan ketangguhan serta keterampilan konseptual para anggota, di dalam menghadapi berbagai permasalahan kemasyarakatan. Keempat, pengaruh pimpinan terhadap anggota organisasi; terlihat dari peningkatan keterampilan konseptual dan keaktifaan anggota dalam mengemukakan berbagai saran, pendapatnya, dan kerjasama serta motivasi kerja anggota.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcKepemimpinanid
dc.subject.ddcBPDid
dc.titleEfektivitas Kepemimpinan Dalam Pelaksanaan Berbagai Fungsi BPD: Studi Kasus Lembaga Badan Perwakilan Desa, di Desa Cimanggu I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record