| dc.description.abstract | Skema baru pemerintahan desa sejalan diterapkannya UU No.22/ 1999
adalah hadimya Badan Perwakilan. Desa (BPD), yang berfungsi mengayomi,
legislasi, pengawasan dan menampung aspirasi masyarakat. Pada pelaksanaan
berbagai fungsinya, lembaga ini dihadapkan pada berbagai bentuk permasalahan,
yang pemecahannya memerlukan kemampuan pemimpin dalam menjalankan
kepemimpinan yang efektif, yang dapat diwujudkan dalam proses pengambilan
keputusan dan pemecahan masalah.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi penggunaan gaya
kepemimpinan, dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah di
berbagai pelaksanaan fungsi BPD, 2) Menelaah kepemimpinan di dalam
mengefektifkan lembaga BPD.
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yang
dilaksanakan di desa Cimanggu I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor,
Propinsi Jawa Barnt, pada bulan Januari sampai Maret 2004. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif, dengan strategi penelitian studi kasus. Unit
analisisnya adalah sebuah lembaga, yaitu lembaga BPD Cimanggu I. Subjek
penelitian berjumlah 12 orang, meliputi seluruh anggota BPD. Sedangkan
informan, berjumlah sembilan orang meliputi kepala desa beserta perangkat desa,
LPM serta para pemuka masyarakat. Pengumpulan data menggunakan metode
triangulasi. Pengolahan dan analisis data dilaksanakan mulai pengambilan data di
lapang, kemudian dilakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan/ verifikasj data.
Desa Cimanggu I merupakan desa agraris, dengan potensi sumber daya
manusianya tergolong rendah, yaitu (80 persen) berpendidikan tamat dan tidak
tamat SD. Pemerintah desa, dalam menjalankan fungsinya menggunakan pola
minimal (jabatan rangkap), karena keterbatasan sumber daya manusia dan
perangkat desa. Berbeda dengan BPD, yang memiliki kualitas sumber daya
manusia yang tergolong tinggi, yaitu (50 persen) anggotanya lulusan SLTA,
terdapat juga anggota yang berpendidikan Diploma dan Saijana.
Permasalahan yang dihadapi BPD di berbagai pelaksanaan fungsinya,
antara lain; fungsi mengayomi, dalam penyelesaian kasus menjelang Pilkades;
fungsi legislasi, dalam penyusunan rancangan Peraturan Desa; fungsi
pengawasan, dalam kegiatan laporan pertanggungjawaban kepala desa dan fungsi
menampung aspirasi masyarakat, dalam menjalankan kegiatan rnenampung
aspirasi masyarakat. Permasalahan tersebut, diselesaikan dengan menjalankan
kepemimpinan yang efektif, yang tercermin dari penggunaan perilaku/ gaya
kepemimpinan yang tepat, sesuai situasi masalah yang dihadapi, dalam proses
pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Perilaku/ gaya kepemimpinan
yang digunakan pemimpin dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan
rnasalah, adaiah gaya konsultatif dan partisipatif. Pada penerapannya kedua gaya
kepemimpinan tersebut telah mampu mengefektifkan lembaga ini, di dalam
menghasilkan berbagai keputusan yang sangat berguna bagi upaya penyelesaian
permasalahan yang dihadapi lembaga ini.
Kepemimpinan yang efektif yang dijalankan pada setiap upaya
penyelesaian permasalahan yang dihadapi BPD, telah mampu mengefektitkan
lembaga ini. Hal ini dapat terlihat dari empat kriteria yang digunakan dalam
menelaah kepemimpinan dalam mengefektifkan organisasi, sesuai dengan yang
dikemukakan oleh Gary A Yulk dalam Nawawi (2003). Pertama, pencapaian
organisasi; ditunjukkan dengan terselesaikannya seluruh permasalahan yang
dihadapi lembaga ini, di berbagai pelaksanaan fungsinya. Kedua, kepuasan kerja
anggota organisasi; disebabkan penggunaan perilaku/ gaya kepemimpinan
partisipatif dan konsultatif, yang penerapannya mampu memberdayagunakan para
anggota untuk aktif berperan di setiap kegiatan lembaga ini, Ketiga, pertumbuhan/
perkembangan anggota organisasi; ditunjukkan dari peningkatan kedewasaan,
kematangan dan ketangguhan serta keterampilan konseptual para anggota, di
dalam menghadapi berbagai permasalahan kemasyarakatan. Keempat, pengaruh
pimpinan terhadap anggota organisasi; terlihat dari peningkatan keterampilan
konseptual dan keaktifaan anggota dalam mengemukakan berbagai saran,
pendapatnya, dan kerjasama serta motivasi kerja anggota. | id |