| dc.description.abstract | Salah satu agroindustri yang sedang berkembang di Jawa Barat, khususnya di
Kabupaten Garut adalah agroindustri penyamakan kulit. Pada tahun 2002 Kabupaten
Garut mampu mengekspor kulit dengan volume 32,50 ton dengan nilai produksi US$
1.672.500,00 dengan negara tujuan Malaysia, Taiwan dan Singapura.
Agroindustri penyamakan kulit di Kabupaten Garut yang sudah beroperasi sejak
tahun 1920 dengan teknologi tradisional, pada saat ini sudah banyak mengalami
perkembangan yang berarti. Tetapi pada saat ini produksi kulit tersamak mengalami
penurunan ketersediaan bahan baku kulit mentah. Oleh karena itu diperlukan
dukungan pemerintah Kabupaten Garut terutama dari beberapa faktor pe1iimbangan
utama dan sub faktor lainnya dari masing-masi11g faktor pertimbangan utama. Selain
itu perlu dikaji pula upaya-upaya apa yang dapat di lak1,1kan untulc mengembangkan
agroindustri penyamakan kulit di Wilayah Kabupaten. Garut.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah, ( 1) mengidentifikasi faktor-faktor
penyusun strategi pengembangan agroindustri penyamakan kulit, (2) menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan agroindustri penyamakan kulit (3)
menyusun strategi pengembangan agroindustri penyamakan kulit.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Garut dengan dasar pertimbangan
bahwa daerah ini merupakan salah satu daerah agroindustri penyamakan kulit terbesar
di Jawa Barat. Adapun alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah PHA
(Proses Hirarki Analisis ) kerja PHA pada penelitian 1 m diawali dengan
mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyusunan strategi
pengembangan agroindustri penyarnakan kulit. Setelah itu dilakukan pemilihan
alternatif strategi pengembangannya dengan cara pengumpulan data dan informasi
melalui wawancara.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemerintah dan pengusaha agroindustri
kulit di Kabupaten Garut maka dapat di identifikasi 4 faktor pertimbangan utama, yaitu
pctcrnakan sapi potong dan domba Garut, usaha penyamakan kulit, pasar produk kulit
dan lembaga penunjang. Hasil analisis horizontal diketahui bahwa prioritas pertama
dari faktor pe,timbangan utama dari industri penyamakan kulit adalah pasar produk
kulit. Oipilihnya faktor pasar produk kulit sebagai prioritas utama dikarenakan strategi
pemasaran agroindustri penyamakan dan kerajinan bahan-bahan dari kulit Kabupaten
Garut masih rendah.
Selain analisis horizontal, pada penelitian ini pun dilakukan analisis vertikal
terhadap faktor-faktor penimbangan kritikal yang digunakan. Berdasarkan hasil
pengolahan diketahui ternyata untuk pcrtimbangan utama potensi peternakan sapi dan
domba, potensi usaha penyamakan kulit, ketersediaan potensi pasar produk kulit dan
ketersediaan lembaga penunjang prioritas utama alternatif strategi yang dapat digunakan
adalah sama dengan hasil analisis horizontal. yaitu alternatif meningkatkan pemasaran
produk kulit. Stratcgi ini dapat dilakukan olch pemerintah dan pengusaha melalui
kegiatan-kegiatan seperti pekan raya dan pameran-pameran yang dapat dinilai secara
langsung.
Dari hasil penelitian tersebut maka disimpulkan (1) faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan strategi pengembangan agroindustri penyamakan kulit
adalah potensi peternakan sapi dan domba, potensi usaha penyamakan kulit,
ketersediaan potensi pasar produk kulit dan ketersediaan lembaga penunjang, (2)
Berdasarkan basil analisis faktor-faktor dengan menggunakan metode PHA, maka yang
menjadi prioritas pertama untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pengusaha
agroindustri kulit dan pemerintah Kabupaten Garut adalah meningkatkan pemasaran
produk kulit.
Untuk memperlancar kegiatan tersebut maka penulis menyarankan sebaiknya
pengusaha agroindustri penyamakan kulit dan pemerintah Kabupaten Garut memilih
altematif meningkatkan pemasaran produk kulit untuk pengembangan agroindustri
kulit Garut. Selain itu disarankan pengusaha agroindutri penyamakan kulit bekerjasama
dengan pemerintah melakukan promosi dan difersensiasi produk. | id |