Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwoko, Bambang S.
dc.contributor.authorSarumaha, Elsophia
dc.date.accessioned2023-10-25T11:32:48Z
dc.date.available2023-10-25T11:32:48Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128398
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kegiatan pasca panen di saluran pemasaran sayur dan mengetahui jumlah kehilangan basil di setiap titik dalam urutan distribusi akibat penanganan pasca panen. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April 2004 sampai Juni 2004. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa tempat yaitu (I) Unit Usaha Tani Pacet Segar (UUPS), Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur (2) Kelompok Tani Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Mekar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, (3) Yayasan Bina Sarana Bakti, Peter Agatho Elsener, Ciasarua Bogor ( 4) Pasar Induk, Pasar Kabupaten dan Supermarket sebagai saluran pemasaran (1), (2) dan (3). Penelitian ini menggunakan metode survei. Dalam penelitian ini digunakan dua kelompok responden, yaitu petani dan pedagang pada setiap tingkat saluran pemasaran. Analisis yang digunakan merupakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pasca panen yang umum dilakukan di saluran pemasaran sayur adalah pembersihan, sortasi dan trimming, pengkelasan, pengemasan, transportasi dan penyimpanan. Standarisasi yang berlaku di setiap saluran pemasaran berbedabeda tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli. Belum ada standarisasi yang berlaku secara umum di semua saluran pemasaran sayur yang diteliti. Penanganan pasca panen sayur di saluran pemasaran Pacet Segar dan YBSB lebih baik dibandingkan di saluran pemasaran Taruna Mekar, karena dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tentang pasca panen dan ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung. Total ke hilangan pasca panen terendah untuk komoditas wortel dan caisin terdapat pada saluran pemasaran Pacet Segar sebesar 21,1% dan 39,9%. Total kehilangan pasca panen terendah untuk komoditas jagung semi terdapat pada saluran pemasaran Taruna Mekar sebesar 80,3 %. Total kehilangan pasca panen tertinggi untuk komoditas wortel dan caisin terdapat pada saluran pemasaran Taruna Mckar seuesar 51,9% c!an 65,5%, sedangkan untuk komoditas jagung semi terdapat pada saluran pemasaran YBSB sebesar 89,6%. Semakin panjang jalur pemasaran semakin besar kehilangan pasca panen yang terjadi. Penanganan pasca panen yang baik davat menekan tingkat kehilangan pasca panen. Persentase terkecil bagian yang diterima oleh petani (Farmer'sShare) untuk komoditas wartel terdapat padasaluran pemasaran Pacet Segar yaitu sebesar 8,4%, sedangkan untuk komoditas caisin dan jagung semi terdapat pada saluran pemasaran YBSB sebesar 8,8% dan 7,1%. Farmer's Share yang tertinggi untuk tiga kcmoditas yang diamati terdapat pada saluran pemasaran Taruna Mekar yaitu sebesar 27, l % untuk komoditas wortel, 40,2% untuk komoditas caisin dan 48,5% untuk komoditas jagung semi. Secara nominal harga yang diterima petani Pacet Segar dan YBSB lebih tinggi dibanding Petani Taruna Mekar untuk ketiga komoditi. Kegiatan pasca panen yang tepat dapat meningkatkan nilai jual produk sayuran.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcWortelid
dc.subject.ddcCaisinid
dc.subject.ddcJagung semiid
dc.subject.ddcPemasaranid
dc.titlePenanganan Pasca Panen di Saluran Pemasaran Wortel, Caisin dan Jagung Semiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record