Optimalisasi Produksi Sirup dan Squash: Kasus PT XYZ, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu fenomena penjualan yang
fluktuatif terutama bagi sirup dan squash yang diproduksi oleh PT XYZ.
Fenomena ini berlangsung selama satu periode produksi (12 bulan). Penjualan
tinggi biasanya terjadi ketika mendekati hari-hari besar sebaliknya penjualan
rendah terjadi di luar hari-hari besar. Kegiatan produksi ditentukan oleh input
yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi sumberdaya
apa saja yang terpengaruh dengan penjualan fluktuatif sirup dan squash dan
menganalisis tingkat produksi optimal yang dapat dilakukan perusahaan afas
penjualan yang fluktuatif dengan keterbatasan surriberdaya yang ada serta menguji
model optimalisasi dengan kondisi aktual sebenamya
Penelitian dilaksanakan di PT XYZ yang berlokasi di kecamatan
Cimanggis, Kota Depok selama bulan Maret-Juni 2004. Jenis data yang
dipergunakan adalah data primer dan data sekunder yang bersifat kuantitatif dan
kualitatif. Proses pengolahan data dilakukan dengan tahap editing, koding, dan
tabulasi. Metode pengolahan data menggunakan software LINDO. Hasil yang
diperoleh dari pengolahan data ini adalah analisa optimal aktual (primal), analisa
penggunaan sumberdaya (dual), analisa kepekaan model (sensitivitas), dan
pengujian model (post optimalitas).
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan agroindustri yang
memproduksi pangan olahan. Selain sirup dan squash, PT XYZ memproduksi
saus, dan makanan jepang. Divisi usaha lain dari PT XYZ adalah dengan
mengadakan kerjasan1a dengan perusahaan lain dengan memberi jasa pengalengan
(canning) produk perusahaan lain. Sistem produksi yang diterapkan pada PT
XYZ adalah sistem pesanan.
Variabel keputusan dalam linier programming adalah aktivitas produksi
tiap produk. Variabel yang dapat dibentuk sebanyak 24 variabel keputusan terdiri
dua produk yaitu sirup dan squash selama periode produksi (12 bulan). Kendala
yang dapat dibentuk sebanyak lima macam kendala yaitu kendala bahan baku
(gula), bahan pengemas (botol), bahan pengemas (kardus), jam tenaga kerja dan
jam kerja mesin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model optimasi yang dibentuk dapat
menggambarkan keadaan sebenarnya dari perusahaan. Hal ini ditunjukkan pada
proses analisa optimasi aktual (primal). Hasil optimalisasi produk sirup dan
squash disarankan untuk diproduksi. Meskipun terjadi perbedaan antara nilai
aktual dan nilai optimal, perbedaan antara kedua nilai tersebut tidak terlalu
mencolok.
Analisa penggunaan sumberdaya (dual), gula dan kardus tidak dipengaruhi
oleh penjualan fluktuatif yang terjadi di perusahaan ditunjukkan dengan kedua
sumberdaya tersebut berstatus langka/habis. Penggunaan botol, jam tenaga kerja
dan jam kerja mesin dipengaruhi oleh penjualan fluktuatif yang dihadapi
perusahaan ditunjukkan dengan ketiga macam sumberdaya tersebut berstatus
berlebih.
Tahapan penguJian model, model dihadapkan pada dua kondisi yaitu
penurunan harga jual sirup dan harga jual squash tetap kemudian penurunan harga
jual squash dan harga jual sirup tetap. Hal ini dilakukan, untuk melihat seberapa
peka perusahaan dalam menghadapi penurunan harga jual produknya. Dari hasil
pengujian model didapatkan bahwa ketika hargajual sirup turun sebesar 40 persen
perusahaan hanya akan memproduksi squash. Hal ini disebabkan keuntungan
yang didapatkan dengan memproduksi sirup belum dapat mencukupi biaya
produksi, oleh karena itu perusahaan memilih berkonsentrasi dalam memproduksi
squash.
Pada saat harga squash diturunkan 10 persen, perusahaan akan lebih
memilih memproduksi sirup dibanding memproduksi squash. Dapat diambil
kesimpulan bahwa, harga jual squash lebih peka terhadap perubahan harga jual
dibandingkan harga jual sirup. Pengujian model selanjutnya yaitu dengan
menambah fungsi kendala pada model optimasi yaitu fungsi permintaan.
Penambahan fungsi kendala permintaan memberikan hasil optimalisasi
yang tidak berbeda jauh dengan model tanpa kendala permintaan. Perbedaan yang
cukup terlihat terjadi pada bulan Februari untuk kedua produk, terutama pada
hasil optimalisasi aktual dan basil optimalisasi penggunaan sumberdaya.
Pengujian lanjutan dilakukan terbadap model dengan kendala permintaan.
Untuk perubahan tingkat permintaan diperoleh hasil apabila menggunakan tingkat
permintaan pada tingkat · maksimum dan rata-rata, hasil optimasi tidak
memperoleh nilai optimum dengan kata lain basil optimasinya infeasible. Apabila
menggunakan tingkat permintaan pada tingkat minimum, hasil optimasi dalam
keadaan optimum.
Saran bagi perusahaan, promosi produk lebih ditingkatkan agar
meningkatkan penjualan di luar hari-hari raya, terutama untuk squash yang baru
diproduksi sejak tahun 2000 dan perusahaan disarankan melakukan penjadwalan
ulang produksi disesuaikan dengan kondisi optimal. Dengan melakukan hal
tersebut perusahaan akan mendapat tambahan keuntungan sebesar
Rp 1 .063.082.919,20. Penggunaan sumberdaya terutama, botol, jam tenaga kerja
langsung dan jam kerja mesin sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal,
meskipun perusahaan telah melakukan pengalokasian sumberdaya tersebut.
Namun pemanfaatan secara maksimal dari kedua sumberdaya, guna meningkatkan produksi sirup dan squash tentunya akan lebih baik.
