| dc.description.abstract | Penggunaan alat yang berdaya tangkap optimal dan selektif sangat dibutuhkan
untuk menghasilkan jumlah tangkapan yang optimal dan menjaga kelestarian
sumberdaya hayati laut yang ada. Salah satu alat penangkap ikan yang selektif adalah
gillnet atau jaring insang.
lkan kembung (Rastrelliger spp) merupakan target utama dari perikanan jaring
insang di Teluk Jakarta, khususnya jaring insang dengan ukuran mata jaring 2 inci,
selain itu tertangkap juga ikan layur. Kenyataannya informasi mengenai jaring insang
hanyut ini sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
komposisi hasil tangkapan jaring insang hanyut 2 inci.
Penelitian ini dilakukan di Teluk Jakarta pada bulan Juli hingga Agustus 2004.
Data yang didapat terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh
dari pengukuran langsung di lapangan, wawancara dengan nelayan dan pengamatan
pengoperasian jaring insang hanyut. Data dari hasil pengukuran dianalisis dengan
analisis selektivitas Matsuoka.
Dari 7 trip yang dilakukan, diperoleh basil tangkapan yang dominan adalah ikan
kembung, dan ikan layur dengan basil tangkapan sampingan berupa ikan samge, ikan
tenggiri, ikan manyung, ikan tembang, ikan kuro, ikan selar bentong, ikan belanak,
rajungan, udang, dan gurita. Hasil tangkapan ikan kembung terbanyak diperoleh pada
saat bulan pumama di daerah Perairan Marunda dan Muara Pecah.
Panjang cagak ikan kembung yang tertangkap berkisar antara 14,6 - 18,5 cm
dan berat ikan kembung berkisar antara 20 - 120 gr. Panjang total ikan layur berkisar
antara 70,0 - 79,45 cm sedangkan berat ikan layur berkisar antara 800 - 850 gr.
Kurva selektivitas Matsuoka dari ukuran mata jaring 2 inci diperoleh probability (Ps)
sebesar 0,98 dengan panjang optimum 16,3 cm. Panjang selektif 50% (L50) yaitu pada
selang panjang 15,4 - 16,9 cm. | id |