Show simple item record

dc.contributor.advisorHaluan, John
dc.contributor.advisorSimbolon, Domu
dc.contributor.authorSugiarti, Budi
dc.date.accessioned2023-10-25T01:01:21Z
dc.date.available2023-10-25T01:01:21Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128136
dc.description.abstractBerjalannya suatu proses produksi berkaitan erat dengan keberadaan bahan bakunya. Pengadaan kakap merah segar sebagai bahan baku fillet merupakan suatu masalah tersendiri dalam proses produksi fillet kakap merah di PT.Tirta Raya Mina (Persero ), Pekalongan, Jawa Tengah. Sifat musiman sumberdaya kakap merah mengakibatkan pihak perusahaan harus memperhitungkan secara cermat terhadap kualitas, kuantitas, waktu dan biaya yang berpengaruh didalamnya untuk memenuhi permintaan konsumen, dengan cara memilih sumber bahan baku yang tepat. Sumber pengadaan bahan baku fillet kakap merah diperoleh dari TPI di sepanjang Perairan Utara Laut Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Juwana dan Brondong dan supplier dari daerah Cirebon, Gebang dan Tuban dengan TPI sebagai sumber utamanya. TPI terbagi menjadi dua, yaitu TPI I dan TPI IL TPI I adalah TPI yang lokasinya berjarak antara 0-75 km. Sedangkan TPI II adalah TPI yang lokasinya berjarak > 75 km. Supplier adalah sumber altematif jika terjadi kekurangan bahan baku. Faktor yang berpengaruh dalam proses pengadaan bahan baku fillet kakap merah yang ada di PT. Tirta Raya Mina adalah musim kakap merah, sumber pengadaan bahan baku, tingkat kebutuhan konsumen dan biaya-biaya lain yang terkait dengan pengendaliaan sediaan. Berdasarkan analisis perhitungan persediaan, penerapan model EOQ dapat menghemat total biaya persediaan, dari tahun 1998-2002 masing-masing untuk TPI I sebesar Rp 29,83 juta, Rp 9,14 juta, Rp 24,32 juta, Rp 27,45 juta dan Rp 20,31 juta. Untuk TPI II sebesar Rp 65,63 juta, Rp 15,3 7 juta, Rp 4,08 juta, Rp 1,63 juta dan Rp 1,83 juta dan untuk sumber pengadaan dari supplier sebesar Rp 1,38 juta, Rp 221,24 juta, Rp 572,05 juta, Rp 193,84 juta dan 29,09 juta. Penghematan total biaya persediaan ini dapat terjadi apabila perusahaan melakukan strategi dengan menambah kuantitas pemesanan masing-masing untuk TPI I dari tahun 1998-2002 menjadi 2.834,99 kg, 717,41 kg, 2.556,01 kg, 1.530,92 kg dan 650,86 kg untuk setiap kali pemesanan, untuk TPI II sebesar 1 7. 726,52 kg, 9.564,18 kg, 4.025,83 kg, 2.350,60 kg dan 1.016,48 kg untuk setiap kali pemesanan dan untuk supplier sebesar 9.632,32 kg, 83.530,46 kg, 35.291,01 kg, 17.904,45 kg dan 14.072,12 kg untuk setiap kali pemesanan. Hal ini memperlihatkan bahwa penggunaan metode EOQ lebih efektif dan efisien.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAquatic Resource Managementid
dc.titleManajemen Pengadaan Bahan Baku Fillet Kakap Merah (Lutjanus sp.) di PT. Tirta Raya Mina (Persero) Pekalongan, Jawa Tengahid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordManajemen pengadaanid
dc.subject.keywordKakap Merahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record